Dana Insentif Daerah ( DID), Kabupaten Konsel untuk Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan, Diduga Digunakan untuk Kepentingan Lain

75

SULSELBERITA.COM. Konawe Selatan,-- Sekedar untuk diketahui DID adalah dana yang bersumber dari APBN kepada daerah tertentu berdasarkan kriteria tertentu dengan tujuan untuk memberikan penghargaan atas perbaikan dan/atau pencapaian kinerja tertentu di bidang tata kelola keuangan daerah, pelayanan umum pemerintahan, pelayanan dasar publik, dan/atau kesejahteraan masyarakat.

Seperti diketahui sebelumnya pada Periode pengalokasian dibagi tiga tahap Oleh Pemerintah pusat kepada Daerah yang memenuhi syarat Penerima, dimana tahap pertama sebesar Rp l,91 triliun yang dilakukan pada bulan Juli 2020 pengalokasian periode kedua pada September 2020, serta pengalokasian periode ketiga bulan Oktober 2020.melalui transfer langsung oleh pusat ke Daerah, artinya penyaluran Dana Insetif Daerah telah serentak selesai ke setiap Daerah.

Namun ada yang janggal pada penyaluran Dana Insentif Daerah Kabupaten Konawe Selatan Pada Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan, sampai saat ini Anggaran untuk Dinas Tersebut senilai 1.650 M.belum dibayarkan.

Baca Juga  GPMI Desak Kejati Segera Periksa Kadis Kesehatan Kota Makassar
Advertisement

Sementara, Ketua PAD Sekda Konsel. Sjarif sajang, saat dikonfirmasi via WhatshApp. terkait persoalan tersebut dirinya mengatakan.

"Karena ini tt kelelola keuangan / kas ada baikx kt konfirmasi ke BUDx mrk teknisx , mksh

"Sekda Konsel: bs jadi diluncurkan 2021 , tapi lbh baik di bud dinda.

"Sekda Konsel: iye ap lg klu sd terkontrak"

Kemudian ditanya Menyoal apa boleh Anggaran DID tersebut ditahan atau digunakan ke kegiatan lain, dirinya menjawab.

"Sekda Konsel: di keuangan pengaturan management kas"

Terpisah, Ketua DPW LIRA SULTRA. " Karmin"
Terkait tanggapan Sekda konawe selatan mengenai adanya anggaran Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan perkebunan. yang bersumber dari DID sebesar 1.650M, sekda menjelaskan jika secara teknis ada di kuasa BUD konawe selatan. Harusnya sebagai ketua tim anggaran pasti tau apa penyebab tidak terbayarkannya anggaran tersebut karna jelas anggarannya tersedia.

Baca Juga  Terkait Kekerasan Terhadap Kader GEMPAR di Bone, Aktivis HMI Ancam Gelar Aksi Besar besaran di Polda Sulsel

Masih ( Karmin ) sehingga Kami dari Dewan Pimpinan Wilayah Lumbung Informasi Rakyat ( LIRA SULTRA) menduga kalau anggaran tersebut di gunakan untuk kepentingan lain pada tahun 2020.Katanya

Hingga berita ini tayang, pihak media ini Masih akan mengkonfirmasi pihak yang dimaksud, sehingga COVER BOTH SIDES dalam pemberitaan tetap dikedepankan demi balance pada setiap pemberitaan.

 

Perwakilan Sulawesi Tenggara

( HNR ANDRI )

Advertisement
BAGIKAN