Keterlaluan, Kades Cakura Aniaya Warganya Sendiri di Depan Mata Kapolsek dan Camat Polsel

768

SULSELBERITA.COM. Takalar - Aksi koboi dipertontonkan Kepala Desa Cakura Kec.Polsel Kab.Takalar, di depan warganya sendiri, bahkan didepan mata Camat dan kapolsek Kades tersebut aniaya warganya. Kamis, (3/12/2020)..

Akibatnya, kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan kepala Desa Cakura kini bergulir dipolres Takalar,

Kasus yang terjadi dikantor kecamatan Polongbangkeng Selatan pada hari kamis, 3/12/20 dalam rapat pembahasan tanah tersebut, menjadi perhatian publik, bahkan menuai banyak kecaman.

Advertisement

Bagaimana tidak,  kejadian tersebut berlangsung didepan mata Kepala Kecamatan Polongbangkeng Selatan (Camat) Baharuddin dan Kapolsek Polongbangkeng Selatan AKP Zen Arman,

Kepala Desa Cakura Menganiaya Warganya A.H, karna diduga tak mampu mengimbangi pernyataan korban sehingga emosi,

Warga Menyesalkan kejadian tersebut yang mempertontonkan tidak dihargainya Camat sebagai atasan kepala desa dan Kapolsek sebagai penegak hukum yang dihadapan mata mereka terjadi tindak pidana penganiayaan terhadap korban A.H

Baca Juga  Terkait Penghapusan Temuan Inspektorat Koltim Dana Desa ( DD) di 14 Desa Diduga Tidak Sesuai Prosedur

Menurut Salah satu peserta rapat yang enggan disebut namanya mengatakan “Camat dan Kapolsek tak mampu berbuat banyak hanya bisa menyaksikan perbuatan tidak terpuji Kades yang pernah dipukuli Buruh bangunan Tersebut

Dimintai Pendapatnya Ketua Umum PB.Lentera Indonesia yang Juga Menjabat Ketua Umum Dewan Pengurus Pemuda Tani Milenial Kab.Takalar diKantornya Mengecam kejadian tersebut

ini sebuah cerminan “dipecundanginya” Hukum diButta Panrannuanta, didepan aparat penegak hukum dalam hal ini Kapolsek, kepala Desa yang sok jago Berani melakukan Penganiayaan terhadap warganya sampai patah jari dan itu jelas Pidana..! Beda halnya dengan Polisi Tidur yang tanpa bersuara pun mampu menahan laju kendaraan yang ugal ugalan sekalipun, Yang kedua Camat yang notabennya atasan kepala desa tak ada harganya sama sekali “Tanirekeng” yang tidak mampu mengingatkan apa lagi menghentikan Sikap Ugal_ugalan Abang jago tersebut, Camat dan Kapolsek itu Bukan Patung Hargai juga jabatannya, kami berharap Proses hukum diPolres Takalar Berjalan dengan Lancar dan segera melakukan penangkapan terhadap pelaku, hasil visum dan Tiga orang saksi sudah cukup untuk hal tersebut, tutupnya

Baca Juga  Diduga Ketua Kelompok PKH Bontolenrung Lecehkan Jurnalis Saat Hendak Dikonfirmasi

Dihubungi via Whatshapp Kapolsek dan Camat Polsel belum memberikan komentarnya sampai berita ini diterbitkan,

Advertisement
BAGIKAN