Polda Sultra Diminta Tangkap Penambang pasir Ilegal di Kali Wanggu Kota Kendari Lepo – Lepo

50

SULSELBERITA.COM Kendari – Dewan Pimpinan Wilayah Sulawesi Tenggara,( Lira Sultra ) Karmin ( Gubernur Lira Sultra ) minta agar pihak kepolisian Polda Sultra bertindak tegas, tangkap pelanggaran terhadap oknum penambang pasir ilegal di sungai wanggu Lepo-Lepo, Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin 19/10/2020.

Hal itu dilakukan karena aksi tersebut hanya merugikan warga. Lebih-lebih akan merusak lingkungan sekitar apa lagi sungai wanggu sangat rawan bencana banjir, adanya pengerukan pasir di wilayah itu tentu akan berdampak buruk bagi lingkungan khususnya kali sungai wanggu, penggerukan pasir tersebut tentu akan menciptakan petaka baru bagi masyarakat di lingkungan sekitarnya.

Olehnya itu, Karmin ( Gubernur Lira Sultra) berharap agar kepolisian harus bersikap tegas serta memproses pelaku yang sudah merusak lingkungan itu.

Baca Juga  Ketum Pemuda Muslim Maros Siap Bertarung di Kongres Wilayah Sulsel
Advertisement

“Kami minta supaya ada ketegasan dari pihak kepolisian terhadap pelaku penambang pasir ilegal, terhadap oknum-oknum yang melakukan penggerukan pasir di sepanjang kali wanggu kota Kendari itu yang sudah berjalan begitu lama.

Dan sampai sekarang masih oprasi dan tidak ada tindakan dari pihak kepolisian, karmin

Masih Lanjut Karmin, penambangan pasir ilegal di kali wanggu kota Kendari jelas adalah pelanggaran tindak pidana Pasal 158 Undang-Undang RI Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara, yaitu setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa IUP, IPR atau IUPK ancaman hukumanya maksimal 10 tahun dan denda Rp 10 miliar. jelasnya

kegiatan ilegal penambangan pasir liar tersebut, yang sudah jelas-jelas selain merusak lingkungan juga telah melanggar UU No 4 tahun 2009 tentang minerba dan aturan lainnya yang berkaitan dengan pemanfaatan meterial alam non logam berjenis pasir secara ilegal.

Baca Juga  TAKALAR FUTSAL CLUB' LIBAS 4-1 AFK PARE-PARE, PASTIKAN DIRI LOLOS KE 8 BESAR

“Jadi harapan kami agar pihak kepolisian segera menghentikan proses penggerukan pasir di sungai kali wanggu tersebut, dan memproses kepada oknum oknum yang diduga telah dengan sengaja melawan aturan perundang undangan yang berlaku” ia harus di proses karena kegiatan itu sudah berlangsung lama, sehingga ada efek jerah bagi pelaku.

Hingga berita ini dimuat, pihak terkait belum bisa dikonfirmasi, beberapa kali di telphone tidak di angkat, namun demikian demi balance dalam pemberitaan pihak media tetap akan melakukan upaya konfirmasi sehingga ada balance dalam setiap Pemberitaan.

|| Laporan Perwakilan Sulawesi Tenggara

( H E N D R A )

Advertisement
BAGIKAN