Perlawanan Warga Desa Kebonromo Sragen dalam Penolakan Berdirinya Pabrik di Lahan Pertanian

7

SULSELBERITA.COM. Sragen – Desa Kebonromo salah satu desa di Kecamatan Ngrampal, Sragen, Jawa Tengah, di lihat secara geografis terletak di bagian Timur Kota Sragen. Desa ini berbatasan dengan Desa Bener di sebelah selatan. Desa Pilangsari disebelah Barat, dan Desa Gabus disebelah Utara.

Berhembus kabar rencana berdirinya pabrik yang rencananya akan ada investor masuk ke desa ini, ada penilaian dan penolakan sejumlah warga dengan berbagai alasan.

Warga kebonromo dengan geografis lahan pertanian yang subur, secara terang-terangan menolak rencana bendirinya pabrik di lahan pertanian, penolakan warga desa kebonromo dilakukan dengan memasang spabduk dengan berbagai tulisan, Warga Kebonromo Tolak Pabrik, Stop Berdirinya Pabrik di Desa Kami, Tolak Pabrik di Lahan Pertanian, Jangan Cemari Sawah Kami, Masyarakat Kebonromo Menolak Berdirinya Pabrik, dll.

Baca Juga  Takalar Sukses Sabet 2 Penghargaan TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik 2018
Advertisement

Salah satu tokoh masyarakat yang namanya tidak mau di publikasikan menyatakan, ada beberapa warga yang telah menolak karena mempertimbangkan berbagai hal. Baik dari segi lingkungan, limbah, maupun segi efek sosial lainnya.

“Pernah ada tawaran dari investor untuk membeli tanah sawah mereka namun warga menolaknya, dengan berbagai alasan” Jelasnya.

Ketika di temui di lokasi lahan pertanian, seorang warga yang namanya tak mau di sebut berhasil di wawancarai menyatakan hal serupa, dia katakan tidak ada kesepakatan akhirnya tawaran investor tersebut di tolak.

“Akhirnya kami menolak, jangan sampai lahan pertanian kami hilang dan desa tercemar“ terang dia. Sabtu (18/10/2020).

Saat di konfirmasi Kades Kebonromo Titik Sri Lestari di kediamannya menyampaikan, pihaknya hingga saat ini belum ada investor yang menguhubungi pihak desa, dan kami adalah pelayan masyarakat yang akan memperjuangkan aspirasi warga.

Baca Juga  Sinergitas TNI-Polri dan Warga Bantu Rehab Makoramil Nogosari

Titik juga menjelaskan, terkait penolakan berdirinya pabrik tidak ada kesepakatan, antara investor dengan warga, juga pertimbangan lingkungan dan lahan pertanian, akhirnya warga menolak, kata kades. (Red)

Advertisement
BAGIKAN