Lucu…Bukan Legislator, BK DPRD Takalar Malah Sidang Etik ASN

829

SULSELBERITA.COM. TAKALAR- Badan Kehormatan (BK) DPRD Takalar menggelar sidang atas Kepala Sub Bagian Keuangan Dinas Pengelola Keuangan Daerah (DPKD) Takalar Abdul Rachman yang dinilai menyinggung DPRD di salah satu grup whatsaap atau sosial media, Kamis 15 Oktober 2020.

Dalam percakapan grup Tim Angaran Pemerintah Daerah (TAPD) itu, Rachman sempat menyebut kata pokir. BK yang dipimpin Andi Noor Zaelan membawa pejabat eselon IV itu ke sidang BK karena tulisan Rachman yang dianggap menyinggung anggota lembaga yang terhormat itu.

Padahal, Rachman datang ke gedung parlemen dalam kapasitas TAPD untuk menghadiri penyerahan RKPD 2021 dari Pemkab ke DPRD Takalar. Namun saat di DPRD Takalar, Andi Ellang, sapaan Andi Noor Zaelan memaksa Rachman masuk ke ruang BK untuk disidangkan. Rahman pun disumpah di bawah kitab suci sebelum memberikan keterangan di hadapan Andi Ellang, dan beberapa anggota BK.

Baca Juga  PKM Pattoppakang Berhasil Raih Predikat Akreditasi Madya
Advertisement

Padahal, dirinya tidak pernah menerima undangan untuk sidang BK. Saat disidang, Rachman mengaku, mendapatkan perlakukan yang kasar dan kalimat- kalimat yang tidak seharusnya diucapkan oleh legislator yang notabene wakil rakyat itu. “Jadi katanya saya disidang di BK karena tulisan saya di grup whatsaap, sebelum disidang saya disumpah, saat sidang berlangsung saya mendapatkan kata- kata kotor dan tidak pantas diucapkan,” kata Rachman kepada wartawan yang mengaku tidak menerima ucapan Andi Ellang Cs yang sangat tendensius itu, Jumat 16 Oktober 2020.

Ia pun mengaku, heran dipaksa disidang di ruang BK karena kapasitasnya yang bukan anggota DPRD. Apalagi hanya menyebutkan pokir yang bukan dialamatkan untuk menyinggung anggota DPRD Takalar. “Saya bukan anggota DPRD tetapi dipaksa disidang di BK, terus kenapa Ketua BK yang tersinggung saat sebut pokir di grup dan itu bukan grup umum, itu grup orang- orang tertentu di TAPD, saya malah bertanya yang bocorkan keluar,” ungkap Rachman.

Baca Juga  Gelar Bhakti Soaial, Brigadir Angkatan 22 TFTT Polres Takalar Berbagi

Ketua BK Andi Ellang mengatakan, BK menyidangkan Rachman karena pernyataan di grup whatsaap menyinggung anggota DPRD Takalar. Pernyataan Kasubag Keuangan DPKD Takalar itu dinilai bisa merusak nama baik lembaga yang terhormat itu.

“Kita sidang di BK karena pernyataan saudara Abdul Rachman yang menyinggung anggota DPRD, makanya kita minta untuk diklarifikasi di depan BK,” tegas Andi Ellang yang juga Ketua PDIP Takalar itu.

Sebelum kasus Rachman disidangkan, BK DPRD Takalar awal tahun ini pernah juga memanggil seorang ASN di lingkup Pemkab Takalar, AT. Sayangnya, AT tak kunjung datang meski BK telah melayangkan panggilan lebih dari dua kali.
AT dipanggil usai sebelumnya nyaris adu jotos dengan Ketua BK Andi Ellang di Alun-alun Lapangan Makkatang Dg Sibali, Sabtu 28 Desember 2019. Pertengkaran antara Ketua DPC PDIP dengan AT itu terjadi saat mereka membincang prosesi pembahasan APBD 2020 dan pokir. Padahal awalnya mereka diskusi santai sambil menyereput kopi susu.

Baca Juga  Sambut Hari Bhayangkara ke-74, Polres Takalar Beri Paket Sembako ke Pensiunan Polri dan Warakawuri

Namun, entah apa yang mengakibatkan sehingga Andi Ellang, sapaan Noor Zaelan naik pitam. Bahkan, politisi senior itu mengucapkan kata- kata yang tak pantas. Tak terima, ASN yang kini bertugas di Dinas PSTP itu melawan dan menggertak balik legislator yang dikenal cukup tempramen itu. Terjadilah cekcok mulut di antara keduanya, meski tak sempat adu fisik.
Atas peristiwa yang “tak terhormat” ini, Andi Ellang pun meminta Ketua DPRD Takalar Darwis Sijaya memanggil ASN bersangkutan. Kasus ini pun berhenti dan AT tak pernah mendatangi panggilan alat kelengkapan dewan yang dipimpin Andi Ellang itu.

Advertisement
BAGIKAN