Diduga Halangi Tahapan Pilwali, Oknum RT dan Staf Kelurahan Tallo Usir PPS

306

SULSELBERITA.COM. MAKASSAR — Seluruh warga Kelurahan Tallo hampir saja kehilangan hak pilihnya. Pasalnya, tahapan pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Makassar di bulan Desember tahun 2020 terancam batal diadakan di Kelurahan tersebut.

Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kelurahan Tallo yang sejatinya berseketariat di kantor Lurah diusir oleh dua orang yang mewakili mengatasnamakan Staf kelurahan.

Ketua PPS Kelurahan Tallo, Hasrul Ajib, ST yang ditemui dan dikonfirmasi di lokasi beberapa saat setelah kejadian membenarkan, kedua anggotanya mendapat perlakuan kasar dari Mustakim selaku Staf Kelurahan dan Dewi Mahmud selaku Ketua RT 3 RW 5.

Advertisement

“Dua anggota kami disuruh keluar dari kantor lurah dan tidak diperbolehkan mengerjakan pekerjaan penyelenggaraan pilwali,” ungkapnya, Jum’at malam (16/10/20).

Lanjut Hasrul, kami sedang melakukan perekrutan anggota Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) sebagai salah satu tahapan pemilihan.

Baca Juga  Ketua Tim Penggerak PKK Prov. Sulsel Kunker Sekaligus Salurkan Bantuan ke SMAN 2 dan SMAN 7 Takalar

“Dengan adanya insiden seperti ini, anggota kami menjadi trauma dan pasti mengganggu aktivitas kami yang sedang menerima pendaftaran calon KPPS,” tambah Hasrul.

Di tempat yang sama, Panwaslu Kelurahan Tallo, Sutoyo Gaffar, SH juga sangat menyayangkan adanya insiden seperti itu.

“Ini preseden buruk dalam penyelenggaraan pilwali Kota Makassar, dimana kurangnya pemahaman jajaran Pemkot ke bawah dalam memfasilitasi para penyelenggara termasuk tingkat kelurahan,” katanya.

Namun, Sutoyo tidak mau mencampuri lebih jauh tentang keteknisan pilwali.

“Mengganggu atau menghalangi tahapan itu bisa dipidanakan. Silahkan PPS berkoordinasi dengan PPK dan KPU bagaimana baiknya,” ucapnya.

Sementara itu, Lurah Tallo, Andi Muhammad Adri, SH yang ingin dikonfirmasi terkait kejadian tersebut sudah tidak ada di lokasi dan belum memberikan pernyataan hingga berita ini ditayangkan.

Baca Juga  Arjuna, Balita yang Jadi Tamu Istimewa untuk Iptu Hasan Fadlyh Diakhir Masa Tugasnya Sebagai Kapolsek Bajeng

Berdasarkan informasi, pada saat kejadian, pihak KPU Kota Makassar juga sementara datang menyambangi PPS-nya dan akan membawa permasalahan tersebut ke tingkat kota.

(*)

Advertisement
BAGIKAN