Jaksa Pengawas Kejati Riau Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Jaksa Nakal

29

SULSELBERITA.COM. Pekanbaru - Pada hari Kamis 24 September 2020 pukul'09:00 wib, terkait laporan Ansori kepada pihak bidang pengawasan kejaksaan tinggi Riau. Akhir nya , di tindak lanjut oleh Bidang Pengawasan kejasaan tinggi Riau atau (Jam'was) hari ini di lakukan pemeriksaan terhadap saksi pelapor di minta keterangan oleh penyidik Kejaksaan Tinggi Riau beralamat di jalan Sudirman nomor 375 kota Pekanbaru provinsi Riau. sesuai dengan no surat panggilan .( B-3222/L.4.7./H.I.3/09/2020 ), perihal permintaan keterangan saksi pelapor di ruang pemeriksaan bidang pengawasan kejaksaan tinggi Riau (Kejati), atau terhadap jaksa nakal di lantai delapan.

Dalam poin pertam Ansori menjelaskan kepada penyidik bagian pengawasan Jaksa Nakal tersebut ,Ansori meminta agar kasus yang di tangani oleh JPU Novri.,S.H , ditindaklanjuti karena kasus tersebut, sudah sangat lama sekali terhitung sejak,13 Desember 2017 silam yang sudah di laporkan ke pihak kepolisian baik'pun di limpah ke-Jaksaan negeri Pekanbaru tegas Ansori.

Kita berharap agar pihak instansi kejasaan tinggi Riau dan jaksa Agung muda bidang pengawasan kejaksaan Agung (Jam'was) republik Indonesia agar segera bertindak tegas terhadap oknum jaksa Novri ,S.H., yang kita laporkan, agar di berikan sanksi tegas, supaya kedepan nya nati tidak ada lagi oknum jaksa yang berani berbuat nakal dan semena-mena terhadap penegakan hukum di tanah air republik Indonesia."yang harus kita cintai ini" Papar Ansori.

Baca Juga  Ada Apa?? Jalan Beton Poros Sapaya-Malakaji Terbengkalai Pengerjaannya
Advertisement

"lagi pula ini kasus bukan lah, hal yang ringan tapi ini kasus ,sangat serius dan cukup berat yang merujuk pasal 170 KUHP., tersebut sudah berbunyi tindak pidana kekerasan terhadap orang yang dilakukan di muka umum." hal tersebut diatur dalam, Pasal 170 KUHP, yaitu Barang siapa dengan sengaja terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan kurungan penjara minimal tutur Ansori.

Perlu diketahui, di atas ancaman hukuman pidana pasal 170 KHUP, sudah berbunyi penjara minimal 5 tahun 6 bulan kurungan penjara barang siapa terbukti melakukan kekerasan tersebut terhadap seorang baik'pun barang tegas Ansori lagi.

Poin yang kedua semua sudah mencukupi alat bukti seperti materiil dan pormil nya., seperti pengakuan dari para, peran masing-masing pelaku,dan alat bukti yang di rusak serta sesuai dengan. di dukung dari ketiga keterangan dari para pelaku serta saksi pakta, itu ucap Ansori.

Baca Juga  Antisipasi Bahaya Narkoba, Genetika Takalar Libatkan Duta Anti Narkoba

Ketika di Mintak keterangan oleh pihak penyidik kejaksaan tinggi Riau di lantai 8 kantor Kejati Riau. Tersebut Ansori di periksa lebih kurang selama 3 sampai empat jam, selesai di periksa di ambil keterangan oleh penyidik jaksa pengawasan Kejati Riau ,dalam belasan poin pertanyaan mulai dari awal kejadian sampai melaporkan kasus ini ke jaksa bidang pengawasan kejaksaan tinggi Riau.

Yang di minta keterangan oleh pemeriksaan yang di lakukan oleh pihak bidang pengawasan bagian kejaksaan tinggi Riau atau bidang pengawasan terhadap jaksa nakal tersebut selesai di lakukan pemeriksaan lebih kurang pukul,2:30 wib.

Ansori juga berharap besar agar Jaksa Nakal yang sudah ,mencoba menghilangkan hak nya, untuk mencari keadilan di muka hukum terhadap kasus yang menimpah dirinya nya,selama ini ., yang hendak membatu,keluhan masyarakat terkait dugaan pungli yang di lakukan oleh pihak Dinas perhubungan (DISHUB),kota Pekanbaru yang beralamat di jalan Sutomo Pekanbaru tersebut.

Baca Juga  Diduga tidak Kantongi Izin Amdal dan IMB, Pembangunan Puskesmas Jumpandang Baru dipertanyakan

"Namun pada akhirnya., Ansori yang berprofesi sebagai jurnalis bukan mendapatkan informasi, yang di dapat malahan dilakukan tidak pidana kekerasan terhadap Ansori yang hendak melakukan konfirmasi terkait dugaan ada nya informasi pungli,dari masyarakat tersebut di lokasi parkir rumah kayu resto jalan SM Amin.

" Pada saat itu bersetatus kwo yang mana sudah di sepakati oleh pemuda setempat dengan pihak dishub tidak di pungut biaya parkir namu pada akhirnya yang memiliki SPT yang sudah mati pada saat itu masih saja.,mengutip biayanya parkir senilai Rp 2000 rupiah per kendaraan roda dua dan roda empat Tampa memberikan karcis parkir ketika di taya Kepada juru parkir yang bukan pemegang SPT , mengatakan kita setor ke dinas perhubungan kota Pekanbaru."yang di jalan Sutomo kepada Sarwono selaku petugas dinas perhubungan tersebut unjar nya , tutup Ansori.

(Awak Media Tim Intivigasi)

Advertisement
BAGIKAN