Relawan Jokowi Mania: Pejabat Inisial PE Diduga Adalah Calo Direksi dan Komisaris BUMN

Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW - Bupati dan Wakil Bupati Takalar - Sulselberita

HUT ke-81 RI Bupati dan Wakil Bupati Takalar

HUT ke-81 RI Ketua DPRD Takalar

SULSELBERITA.COM. Jakarta – Kelompok militan relawan Jokowi dengan nama Jokowi Mania (Joman) mengatakan, pejabat inisial PE terlibat dalam dugaan praktek calo komisaris dan direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Bahkan pembantu presiden ini juga yang membuka pintu buat kelompok kadrun (kadal gurun) masuk BUMN.
Ketua Umum Jokowi Mania Immanuel Ebenezer menegaskan, Presiden harus mengevaluasi betul pejabat PE ini.

“Kekecewaaan kami sudah terakumulasi. Kok bisa para pendukung capres lain, melenggang dengan mudah masuk BUMN dengan alasan kompetensi. Sementara pendukung Relawan Jokowi terbuang begitu saja,” tandas aktivis Forkot yang biasa dipanggil Noel ini melalui rilisnya, Kamis (30/07/2020).

Bacaan Lainnya

HUT ke-81 RI ody Riyan Saputra - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar

dr. Ruslan Ramli, M. Adm. Kes, HUT Ke-81 RI

Bansuhari Said - Camat Pattallassang Kabupaten Takalar

HUT ke-81 RI Ayatullah Rawatib - Plt. Camat Polongbangkeng Selatan

Firmansyah Habsi - Lurah Pappa Kecamatan Pattallassang - Takalar

dr. irmayani, HUT Ke-81 RI

Himbaun Pasang Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI

Perihal pembantu presiden yang diduga l terlibat percaloan ini, Noel melihat mereka sedang berupaya membangun kekuatan oligarki. Dimana membangun kekuatan dari dua kelompok pendukung capres untuk target politik ke depan.

“Dengan alasan inilah pintu dibuka. Padahal kita sangat mengkhawatirkan bahwa mereka ini tidak steril dari khilafah dan jangan-jangan anti NKRI,” tegas Mantan Aktivis Mahasiswa 98 di Front Kota dan Forkot ini.

Dirinya, berharap Presiden Jokowi bersikap adil dan fair. Atau dibentuk tim dari istana langsung untuk plototi penjaringan direksi dan komisaris supaya adil.

“Kami berharap penjaringan direksi dan komisaris BUMN-BUMN dilakukan oleh Tim Independen yang dibentuk oleh Presiden Jokowi. Agar tidak ada istilah dugaan titipan, calo atau semacamnya dalam rekrutmen tersebut,” sarannya. (red)

Pos terkait