UNM Kampanyekan Ruang Aman Karier Perempuan di Bidang Saintek Lewat STEM HER Safe Space di CFD Makassar

SULSELBERITA.COM. Makassar, 27 September 2026* – Universitas Negeri Makassar (UNM) melalui Pusat Penelitian Gender, Anak, dan Kependudukan (PPGAK) LP2M UNM terus mendorong hadirnya ruang aman dan inspiratif bagi remaja putri untuk mengenal dunia sains dan teknologi.

Upaya tersebut diwujudkan dengan menggelar kegiatan publik bertajuk “STEM HER Safe Space: Pink Street Campaign and Community Engagement” di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Boulevard, Makassar, pada Minggu (27/9/2026).

Bacaan Lainnya

Hari Kesaktian Pancasila - Bupati dan Wakil Bupati Takalar - Sulselberita

Hari Kesaktian Pancasila - Muh. Ibrahim Bakri - sulselberita

Kegiatan ini merupakan bagian dari *Program Hibah Fasilitasi Pengembangan Sentra Sains dan Teknologi Kemasyarakatan di Perguruan Tinggi (In-Saintek) dalam Program SEMESTA*. Program hibah ini diselenggarakan oleh *Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi, Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek)* sebagai bentuk hilirisasi dan pemanfaatan sains untuk penguatan peran perguruan tinggi di tengah masyarakat.

*Apa itu Program In-Saintek?*
In-Saintek adalah program fasilitasi dari Kemendiktisaintek untuk mendorong perguruan tinggi membangun Sentra Sains dan Teknologi Kemasyarakatan yang berkelanjutan. Tujuannya bukan hanya menghasilkan riset di laboratorium, tetapi melakukan hilirisasi ilmu pengetahuan agar manfaat sains dan teknologi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas, terutama kelompok rentan termasuk perempuan di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).

Kegiatan edukasi ruang terbuka ini menghadirkan berbagai wahana interaktif yang mendekatkan isu kesetaraan gender di bidang STEM kepada masyarakat. Para pengunjung yang didominasi kalangan pelajar dan orang tua tampak antusias meramaikan booth edukasi, informasi keamanan digital, serta layanan dialog dan konsultasi minat karier secara gratis bersama ilmuwan perempuan, psikolog, hingga guru Bimbingan Konseling (BK).

Koordinator program STEM HER Future, Nur Fadhilah Umar, menyampaikan bahwa aksi turun ke jalan ini bertujuan mengikis kebingungan karier sekaligus membangun dukungan sosial dari lingkungan keluarga.

“Berdasarkan hasil survei kepuasan pengunjung di lokasi, 88,5 persen responden menilai kegiatan ini sangat menarik. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa kampanye publik sangat efektif untuk membuka wawasan masyarakat, terutama agar orang tua semakin mantap mengarahkan dan mendukung anak perempuannya berkarier di bidang STEM,” ungkapnya.

Rangkaian kampanye publik yang responsif gender ini dirancang secara berkelanjutan hingga tahun 2028. Setelah pelaksanaan STEM HER Network di media televisi dan STEM HER Safe Space di ruang publik, rangkaian ini akan dilanjutkan dengan puncak kegiatan yakni STEM HER Class and Career Bridge.

Ketiga tahapan yang dirancang sebagai model Sentra Saintek Kemasyarakatan tersebut diharapkan mampu memperkuat jejaring mentor, memfasilitasi pendampingan karier, dan mencetak talenta ilmuwan perempuan masa depan.

Pos terkait