Gunakan Uang Pribadinya, Gadis Cantik di Takalar ini Keliling Desa Bagikan Bantuan Sembako

60

SULSELBERITA.COM. Takalar - Dimasa Pandemi Covid 19 yang saat ini tengah melanda Indonesia, membuat kesulitan ekonomi masyarakat semakin bertambah, apalagi menjelang hari raya idul fitri yang tersisa beberapa hari lagi, termasuk di Kab.Takalar.

Namun tak disangka, ditengah kesulitan ekonomi tersebut, rasa simpati dan empati ditunjukkan oleh seorang gadis cantik asal Desa Timbuseng Kec.Polut Kab.Takalar.

Namanya Sarni, seorang aktifis muda yang selama ini cukup aktif dalam kegiatan kegiatan sosial, menyikapi kondisi tersebut dengan berbagi sembako pada masyarakat yang kurang mampu. Sarni berkeliling di Desanya mencari warga yang kehidupan ekonominya lemah, lalu memberinya paket sembako.

Advertisement

Hebatnya lagi, Sarni tidak mengandalkan donatur, Sarni menggunakan tabungannya sendiri untuk dibelikan sembako, malah sembako yang dibaginya tersebut, bukan hanya di Desanya saja, tapi juga dibeberapa Desa lainnya yang ada di Takalar.

Baca Juga  Turnamen Futsal Antar Satker Lingkup Kemenag Sinjai Cup III Akan digelar

"Meskipun jumlahnya tidak seberapa, tapi semoga ini bisa membantu meringankan beban saudara saudara kita yang kurang beruntung menjelang lebaran ini". Ujar Sarni. Kamis, (21/6/2020).

Lanjut diungkapkan Sarni, "Saya memulainya dari kemarin, yang saya lanjutkan hari ini, jadi kegiatan ini dua hari saya lakukan, mulai di Desa Timbuseng, Desa di Galut dan beberapa Desa lainnya, ini saya lakukan murni dari panggilan hati saya, makanya saya rela menguras uang tabungan saya" tutup Sarni.

Sosok gadis cantik yang bernama Sarni ini, selain di kenal ramah, cerdas, santun dan bijaksana, dirinya  juga selama ini di kenal atas kepedulian terhadap sesamanya, menyalurkan bantuan dengan memakai uang pribadi tak membuat dirinya patah semangat berjuang untuk masa depan.

Baca Juga  Kapolres Gowa Santuni 100 Anak Yatim Piatu Menyambut Bulan Ramadhan

Bahkan beberapa bulan yang lalu, Sarni di kabarkan akan maju mencalonkan diri menjadi kepala desa termuda karena dorongan dan dukungan masyarakat, gadis ini tak pernah menyerah untuk tetap berjuang membangun desa dan daerahnya.

Advertisement
BAGIKAN