Covid-19 Tembus Istana, Badko HMI Sulselbar: Pemerintah Pusat dan Daerah Harus Ambil Tindakan Tegas

444

SULSELBERITA.COM. Makasaar,-- Menanggapi kasus penyebaran virus corona yang semakin memakan korban, Badan Koordinasi HMI sulawesi selatan & barat meminta kepada pemerintah dalam hal ini pemerintah pusat dan daerah untuk bisa menjaga komunikasi dengan baik, dan melakukan tindakan-tindakan pencegahan penyebaran virus corona.

Melalui Bidang Partisipasi Pembangunan Regional badko HMI sulselbar, mengatakan. "Indonesia tidak akan bisa membendung virus covid-19, selama Indonesia masih memberikan akses masuk kepada mancanegara. Ditambah lagi Indonesia terus menggenjot peningkatan ekonomi di sektor pariwisata ditengah wabah covid-19 yang menggerogoti Indonesia, apakah kita menunggu Indonesia seperti Italia yang lamban dalam merespon penyebaran corona akhirnya sekarang menjadi negara kedua terbesar penyebaran virus tersebut", ungkap Ketua bidang Partisipasi Pembangunan Regional Badko HMI Sulselbar

Seperti yang diketahui, menteri perhubungan Budi Karya Sumadi, dinyatakan positif covid-19 , dengan kasus nomor 76 dari 117 kasus positif corona. (Data per 15/3/2020)

"Kalau ring 1 Indonesia saja sudah ditembus dengan virus corona, maka wajib kira nya Indonesia menetapkan status bencana nasional kemudian memberikan pencegahan konkrit dari penyebaran virus ini seperti menutup Indonesia dari akses masuk mancanegara, seperti yg telah dilakukan beberapa negara, bukan malah mengkampanyekan -don't panic - don't panic-, justru dengan menetapkan kesiap siagaan seperti memberitahukan wilayah persebaran virus, justru akan merangsang kewaspadaan mandiri masyarakat. Mengingat kasus wabah ini terus meningkat tiap harinya" - ujar Ketua bidang Partisipasi Pembangunan Regional Badko HMI Sulselbar

"Kita kan tahu, sampai sekarang Indonesia masih memberikan akses masuk kepada mancanegaea, dengan 2 lapis pemeriksaan, kalau negara dengan wabah corona yang tinggi seperti cina, italia, korea, itu pemeriksaan dilapis 3. Penerapan thermall / gun scanner tidaklah efektif untuk mencegah virus ini masuk ke Indonesia. Apa yang menjamin seorang mancanegara setiba ny di Indonesia tidak menimbulkan gejala hingga suspect, sedangkan virus corona ini memiliki masa inkubasi selama 14 hari, bisa saja seseorang itu negatif dalam 3 pemeriksaan di airport, tapi keesokan atau lusa nya bisa saja gejala itu baru timbul. Belum lagi dengan mentalitas tim medis, pertanyaan nya, siapkah mental tim medis kita menangani kasus covid-19 ? " - sambung Alumni Fakultas Hukum UIN Alauddin, tersebut

"Begitupun dengan orang-orang yang telah melakukan kontak langsung dengan pak menhub, sedari dini harus mewaspadai diri. Mungkin sekarang masih negatif, tapi virus corona itu memiliki masa inkubasi, baiknya lakukan hal-hal proteksi mandiri sebelum persebaran virus ini menyentuh semua provinsi. Kita lihat, beberapa wilayah Indonesia seperti Bekasi, DKI, Bandung, Jabar, sudah melakukan tindakan-tindakan preventive guna mencegah persebaran virus tersebut, mestinya wilayah yang memang belum terjangkit virus corona, untuk melakukan tindakan-tindakan pencegahan serupa." Tutupnya (**)