Petani di Takalar Sulit Dapatkan Pupuk Bersubsidi, Ternyata ini Penyebabnya

407

SULSELBERITA.COM. Takalar - Sebagaimana diketahui, belakangan ini petani di Kab.Takalar mengeluh karena sulit mendapatkan pupuk bersubsidi, hal ini tentunya bisa berdampak pada kemungkunan terjadinya gagal panen.

Menanggapi keresahan dan keluhan para petani tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab.Takalar langsung mengumpulkan semua penyuluh dan distributor pupuk yang ada di Takalar, hal ini dilakukan  untuk menemukan benang merah dari masalah tersebut.

"Jadi menyikapi keluhan para petani, maka hari ini , kami mengumpulkan 120 orang penyuluh pertanian dan 4 distributor pupuk di Aula Tani Dinas Pertanian Takalar, kita melakukan dialog terbuka, untuk menemukan titik terang dan benang merah dari terjadinya kelangkaan pupuk bersubsidi yang dikeluhkan oleh para petani". Ungkap Hasbi Bantang  Selasa (21/1/2020)

Lanjut diungkapkan Kadis Pertanian ini, “Dan ternyata, dari dialog yang kami lakukan tersebut, terungkap fakta masih banyaknya petani yang belum menyerahkan datanya kepada penyuluh, sehingga tidak terinput pada sistem e-RDKK (Elektronik Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok) pupuk., Padahal, regulasi nasional terbaru menyebutkan seluruh lahan garapan petani harus terinput dalam e-RDKK dan hanya petani terdaftar yang berhak memperoleh pupuk dengan harga subsidi". Ungkap Hasbi Bantang lagi.

Baca Juga  Legislator PKS Takalar Ahmad Jais Kembali Bagi Bagi Masker Gratis

Saat ditanyakan apa solusi yang bisa diberikan oleh pihak Dinas Pertanian Takalar atas masalah yang saat ini dihadapi oleh Para petani tersebut, Hasbi Mengatakan, "Kami minta pada seluruh penyuluh untuk menertibkan data petani, kami juga meminta agar secepatnya  para petani berkordinasi dengan penyuluh di desanya dengan menyerahkan KTP, KK, dan SPPT lahan garapan ke penyuluh". Ujarnya.

Hasby Bantang juga mengungkapkan, bahwa sudah ada komitmen dari pihak distributor, akan secepatnya mensuplai kebutuhan pupuk sesuai daftar yang ada di e-RDKK.

Sebelum menutup, Kadis Pertanian ini mengancam akan melakukan evaluasi terhadap pengecer jika ada yang coba bermain main, sementara data base petani sudah bagus sesuai RDDK.

Advertisement
BAGIKAN