Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) malam Mingguan di PHP, ini Alasannya

560

SULSELBERITA.COM. Makassar-Sabtu malam 2 November tepatnya di jalan pertigaan hertasning peterani (PHP) sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) melakukan Prakondisi dengan membentangkan spanduk yang bertuliskan "Warning Untuk Kapolri Baru".

Dengan beberapa tuntutan yang disampaikan dalam orasinya, mereka memberikan ultimatum terhadap Bpk. Idham Azis selama 30 hari kerja Kapolri harus mampu untuk segera tuntaskan kasus Novel Baswedan, Kasus Papua dan kasus penembakan mahasiwa kendari saat melakukan aksi unjuk rasa.

Dengan alasan bahwa, kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan salahsatu penyidik senior KPK sudah berjalan selama 2 tahun namun belum mampu di ungkap hingga saat ini. Mereka menganggap bahwa jabatan yang dulunya di embani oleh bpk. Idham azis selaku Kabag Reskrim dinilai gagal.

Baca Juga  Polwan Jadi Garda Terdepan Hadapi Ratusan Massa Unjuk Rasa Omnibus Law di Takalar  
Advertisement

Kasus penembakan Mahasiswa yang terjadi di kota kendari yang mengakibatkan salastu dari massa aksi unjuk rasa meninggal dunia namun tidak ada upaya hukum yang cukup signifikan di berlakukan. Tidak lagi konflik papua yang sampai saat ini masih bergejolak.

Tegas Anrias ado selaku Jenderal lapangan dalam oransinya, pengusulan tunggal bapak Idham Azis yang saat ini sudah di tetapkan sebagai Kapolri sejak 1 November 2019 ada konspirasi yang dibangun oleh sekelompok elit sehingga dinilai sangat di politisasi, dan jika selama 30 hari kerja Kapolri baru namun tidak mampu untuk mengungkap beberapa kasus yang menjadi tuntutan kami, sabaiknya mundur saja dari jabatannya. Ungkapnya

Panglima Besar Gerakan Aktivis Mahasiswa Muhammad Ilyas Jhoni berkomentar, di lain sisi kita juga tidak bisa melupakan darurat demokrasi dan kemanusiaan yang terjadi di papua dengan akses internet saat gejolak gerakan rakyat papua semakin besar meneriakkan penolakan rasisme. Banyaknya akun hoax yang melakukan pemberitaan tentang situasi terkini di papua menjadi dalih pemerintah.

Baca Juga  Merasa Ditipu, Pengelola Tambak Air Payau Popo akan Tempuh Jalur Hukum

Banyaknya rakyat papua yang menjadi korban dari aparat adalah dampak dari eksploitasi SDA. seharusnya pemerintah tidak menutup-nutupi apa yang terjadi disana, apalagi menambah pasukan dengan alasan penebalan untuk mengkondusifkan situasi di papua. Tegasnya dalam orasinya.

Advertisement
BAGIKAN