Solar Power System Bantu Puskesmas Hemat Biaya & Tetap Melayani Saat Listrik Mati

HUT ke-81 RI Bupati dan Wakil Bupati Takalar

HUT ke-81 RI Ketua DPRD Takalar

SULSELBERITA.COM. TAKALAR, 9 Agustus 2026 – Kehadiran sistem tenaga surya (Solar Power System) di sejumlah Puskesmas Kabupaten Takalar kini mulai dirasakan manfaatnya secara langsung. Tiga Puskesmas yang merasakan keuntungan tersebut adalah Puskesmas Sanrobone, Puskesmas Mangarabombang, dan Puskesmas Bulukunyi.

Kepala Puskesmas Bulukunyi, H. Ramli, SKM, Kepala Puskesmas Mangarabombang, Herianto Ali, S.T.KG, serta Kepala Puskesmas Sanrobone, Ramli, SKM, secara bersama-sama menyampaikan bahwa sistem tersebut memberikan dampak sangat positif, terutama dalam menekan biaya operasional listrik sekaligus menjamin pelayanan kesehatan tetap berjalan saat pasokan PLN terganggu.

Bacaan Lainnya

HUT ke-81 RI ody Riyan Saputra - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar

dr. Ruslan Ramli, M. Adm. Kes, HUT Ke-81 RI

Bansuhari Said - Camat Pattallassang Kabupaten Takalar

HUT ke-81 RI Ayatullah Rawatib - Plt. Camat Polongbangkeng Selatan

Firmansyah Habsi - Lurah Pappa Kecamatan Pattallassang - Takalar

dr. irmayani, HUT Ke-81 RI

Himbaun Pasang Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI

“Secara nyata manfaatnya sangat besar, terutama meminimalkan beban biaya listrik. Dan yang tidak kalah penting, saat aliran listrik padam atau terjadi gangguan instalasi, sistem tenaga surya ini menjadi andalan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan tanpa terhenti,” ungkap mereka, Minggu (9/8/2026).

Sebelumnya, ketergantungan pada pasokan listrik PLN kerap menjadi kendala saat terjadi pemadaman maupun gangguan instalasi mendadak. Kini, adanya sumber energi alternatif dari sinar matahari memastikan penerangan, peralatan, dan fasilitas penunjang tetap berfungsi, terutama saat penanganan pasien mendesak.

Ketiga kepala Puskesmas berharap pemanfaatan sistem tenaga surya ini terus dirawat dan dioptimalkan, sehingga manfaat efisiensi biaya serta ketahanan pelayanan kesehatan dapat terus dirasakan oleh tenaga kesehatan maupun masyarakat luas.

Pos terkait