KKB Tembak Mati Seorang Warga Jeneponto Bersama Dua Warga Lainnya di Distrik Hitadipa Papua

5212

SULSELBERITA.COM. Papua - Sepak terjang Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua semakin hari makin menjadi jadi, mereka terus melakukan teror dan pembunuhan terhadap warga sipil yang tidak bersenjata, dan terakhir kelompok kriminal bersenhata ini kembali membantai 3 orang warga sipil dengan cara menembaknya. Jumat (25/10/2019).

Pembunuhan terhadap tiga warga sipil yang tak bersenjata tersebut, terjadi di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, pada Jumat (25/10/2019).yang di duga dilakukan oleh kelompok yang pimpinan oleh  Lekagak Talenggen.

Ketiga korban mengalami luka tembak di kepala dan luka sayat di sekujur tubuhnya akibat senjata tajam.

Advertisement

Dari informasi yang berhasil dihimpun media ini menyebutkan, bahwa salah seorang korban yang bernama Risal (31) adalah seorang warga Jeneponto Sulsel yang diketahui bekerja sebagai tukang ojek di wilayah Distrik Sugapa, sedangkan dua orang korban lainnya adalah Herianto (31) diketahui sebagai warga Pangkep, sedangkan La Soni (25) belum diketahui secara pasti.

Baca Juga  Dengan Cara Problem Solving, Bhabinkamtibmas Mediasi Penyelesaian Masalah Warga

Dari ketiga jenazah, baru jenazah Herianto yang pada Sabtu sore diterbangkan ke kampung halamannya di Pangkep, Sulawesi Selatan, menggunakan pesawat Garuda.
Sementara jenazah Rizal dan La Soni baru akan diterbangkan dari Bandara Mozes Kilangin Timika ke Bandara Sultan Hasanuddin, Sulawesi Selatan, Minggu (27/10/2019).

Kronologis penemuan ke tiga mayat korban pembunuhan KKB tersebut, diungkapkan oleh Kepala Penerangan Kodam Cendrawasih Kolonel Cpl Eko Daryanto, yang mengatakan bahwa penemuan ketiga jenazah pertama kali dilaporkan oleh salah seorang caleg terpilih, Titus Kobogau.
Titus sempat dihadang dan ditodong KKB saat akan menjemput seorang gembala Gereja Kingmi di Kampung Pugisiga, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya pada sekitar pukul 11.00 WIT.

Saat itu Titus sempat melihat ketiga korban telah meninggal di tempat. Diduga ketiga korban baru saja dieksekusi setengah jam sebelumnya. Oleh kelompok tersebut Titus diperbolehkan melanjutkan perjalanan dan menyampaikan kabar kepada Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni dan Deki Belau (tokoh pemuda) tiba di TKP dan segera mengevakuasi jenazah para korban menuju Puskesmas Sugapa.

Baca Juga  Seorang Warga Desa Kadatong Meregang Nyawa Akibat Keganasan Ombak Pantai Galesong
Advertisement
BAGIKAN