Teguhkan Nilai Pancasila, Lapas Takalar Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

HUT ke-81 RI Bupati dan Wakil Bupati Takalar

HUT ke-81 RI Ketua DPRD Takalar

SULSELBERITA.COM. Takalar - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar menggelar upacara bendera peringatan Hari Lahir Pancasila. Kegiatan ini sebagai wujud penghormatan terhadap dasar negara sekaligus memperkuat komitmen dalam menginternalisasikan nilai-nilai pancasila. Upacara diikuti petugas dan warga binaan di lapangan Lapas Takalar, Senin (1/6).

Bertindak selaku inspektur upacara, Kepala Lapas Takalar, Andi Gunawan, menyampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan, integritas, dan pengabdian dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan.

Bacaan Lainnya

HUT ke-81 RI ody Riyan Saputra - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar

dr. Ruslan Ramli, M. Adm. Kes, HUT Ke-81 RI

Bansuhari Said - Camat Pattallassang Kabupaten Takalar

HUT ke-81 RI Ayatullah Rawatib - Plt. Camat Polongbangkeng Selatan

Firmansyah Habsi - Lurah Pappa Kecamatan Pattallassang - Takalar

dr. irmayani, HUT Ke-81 RI

Himbaun Pasang Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI

“Jika nilai-nilai di dalam pancasila ini seperti ketuhanan, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan, hingga keadilan sosial benar-benar diaplikasikan maka, akan menjadi dasar moral dan etika di dalam bekerja sehingga tugas dapat dijalankan secara profesional, adil, dan bertanggung jawab,” paparnya.

Andi Gunawan menambahkan jika penerapan nilai pancasila dalam konteks petugas penting sehingga pelaksanaan tugas tidak hanya sesuai aturan hukum tapi juga sesuai dengan nilai moral.

“Penerapan pancasila bisa mencegah diskriminasi dan penyalahgunaan wewenang, menciptakan keharmonisasian, mendorong pembinaan efektif dan mewujudkan pelayanan adil dan berintegritas sesuai tujuan pemasyarakatan.

Andi Gunawan juga menjelaskan pentingnya penerapan nilai pancasila di dalam konteks pembinaan Warga Binaan. “Warga binaan akan belajar menghormati sesama dan menjaga sikap, akan belajar hidup rukun meski punya agama dan latar berbeda, dan tentu saja warga memahami pentingnya menghargai hak orang lain,” tandasnya.

Pos terkait