Operator Alat Berat Pabrik Gula Takalar Jadi Korban Pemarangan 3 OTK Saat Tertidur di Kamarnya

0
10434
Advertisement

SULSELBERITA.COM. Takalar - Seorang operator alat berat pabrik gula Takalar malam tadi menjadi korban penganiayaan dengan menggunakan senhata tajam jenis parang, yang dilakukan oleh 3 orang Tak dikenal (OTK), Rabu, (9/10/2019) sekitar pukul 01 tengah malam.

Penganiayaan terjadi terhadap Ridianto yang diketahui berasal dari Lampung Sumatera, disaat korban tengah tertidur dalam kamarnya di Kompleks perumahan karyawan Pabrik Gula Takalar.

Kronologis kejadian menurut berbagai sumber yang dihimpun awak media ini menyebutkan, bahwa malam kejadian tiba-tiba saja datang tiga orang laki-laki yang tak dikenal dengan menggunakan penutup  wajah di rumah dimana Rudianto tinggal, dan tanpa basa-basi langsung masuk kekamar korban, lalu menyerang korban.

Akibat serangan tersebut, rudianto pun mengalami luka parah dengan sejumlah luka menganga dibeverapa bagian tubuhnya, seperti luka menganga dibagian lengan kanan, luka menganga bagian wajah, dan beberapa luka menganga lainnya.

Baca Juga  Jaksa Resmi Tahan Terduga Korupsi 1,5 Miliar Dana Operasional Pabrik Gula Takalar

Selang beberapa menit kemudian, korban langsung terkapar bersimbah darah, melihat hal tersebut, 3 orang  pelakupun langsung kabur meninggalkan korban, dan seketika itu  pula, teman teman korban langsung memberikan pertolongan dengan melarikannya kerumah sakit.

Kasat Reskrim Polsek Polut saat dikonfirmasi oleh salah satu awak nedia terkait masalah tersebut, mengatakan bahwa pihak Polsek Polut sudah menanganinya bekerja sama dengan Polres Takalar,  dan pihaknya optimis secepatnya akan menemukan para pelaku.

Sementara itu, terkait penganiayaan berat yang dialami salah seorang pekerja pabrik gula Takalar,  melalui Ketua serikat pekerja perkebunan (SPBUN) Haris Mangambei, mengatakan, "Kami berharap kasus ini dapat segera diungkap pelakunya, karena akibat kasus ini,  warga kompleks karyawan pimpinan sekarang dihantui rasa takut". Ungkapnya melalui pesan Whatshapp.

Baca Juga  Sekian Lama Di Tunggu, Akhirnya Kejaksaan Takalar Periksa Kades Bonto Manai

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here