Front Mahasiswa Makassar Menggugat, Bubarkan BPJS

Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW - Bupati dan Wakil Bupati Takalar - Sulselberita

HUT ke-81 RI Bupati dan Wakil Bupati Takalar

HUT ke-81 RI Ketua DPRD Takalar

SULSELBERITA.COM. Makassar-Lagi, Front Mahasiswa Makassar Menggugat, aliansi dari beberapa organisasi internal kampus dan eksternal kampus ini meneriakan pembubaran BPJS di depan Gedung BPJS Makassar, Jum’at (27/09) sore.

Terhitung, sudah kali ke 5 aliansi ini turun. Sejak aksi pertama, Front  Mahasiswa Makassar Menggugat melihat BPJS sebagai lumbung atau alat sedot uang rakyat.

Bacaan Lainnya

HUT ke-81 RI ody Riyan Saputra - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar

dr. Ruslan Ramli, M. Adm. Kes, HUT Ke-81 RI

Bansuhari Said - Camat Pattallassang Kabupaten Takalar

HUT ke-81 RI Ayatullah Rawatib - Plt. Camat Polongbangkeng Selatan

Firmansyah Habsi - Lurah Pappa Kecamatan Pattallassang - Takalar

dr. irmayani, HUT Ke-81 RI

Himbaun Pasang Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI

Dalih tiap tahun defisit seharusnya bisa menjadi ajang evaluasi struktural BPJS, bukan evaluasi pada tataran penambahan harga iuran. Kami meminta sesegara mungkin presiden Joko Widodo untuk membubarkan BPJS Kesehatan, kata salah satu orator.

BPJS Kesehatan juga sering bermasalah dengan pihak rumah sakit sehingga dampaknya dirasakan langsung oleh pasien yang menggunakan BPJS. Dari ragam kasus kami temui bahwa pasien BPJS di rumah sakit sering diperlakukan tidak manusiawi bahkan ada yang diberikan obat yang tidak sesuai, ucap Ado selaku jenderal lapangan.

Kenapa BPJS Kesehatan harus di bubarkan ? Karena sederhana saja kita lihat dari realita yang ada, bahwa masyarakat kelas menengah ke bawah dalam hal ini, buruh , petani, nelayan, supir pete-pete, dan orang miskin di perkotaan, sangat tercekik penghasilan rendah bahkan ada yang tidak menentu dipaksa membayar iuran yang hasilnya juga tidak nikmat dan tidak maksimal pelayanannya, tutur Mahasiswa STIE WIRABHAKTI ini.

Lanjut Ado, kami akan berdiri tegak untuk membubarkan BPJS karema menyentuh bagian paling mendasar manusia yang memberatkan secara ekonomi, dimana ekonomi negara masih di dikte oleh kaum kapitalisme, tutup Ado.

Pos terkait