Staf Ahli Bupati Takalar Buka Workshop Persiapan Penerapan (SMAB) tahun 2019

Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW - Bupati dan Wakil Bupati Takalar - Sulselberita

HUT ke-81 RI Bupati dan Wakil Bupati Takalar

HUT ke-81 RI Ketua DPRD Takalar

SULSELBERITA.COM. Takalar-Bertempat di SLB Negeri 1 Mappakasunggu Kab. Takalar, Staf Ahli Bidang Politik, Hukum & Ham Darwis, S.Pd. MM mewakili Bupati Takalar membuka secara resmi Workshop Persiapan Penerapan Sekolah Madrasah Aman Bencana (SMAB) Stakeholder Pendidikan dan Kebencanaan Tahun 2019, Rabu 11 September 2019.

Staf Ahli Bupati Takalar dalam arahannya mengatakan bahwa tanggungjawab pendidikan tidak hanya terletak ditangan pemerintah tetapi semua elemen termasuk masyarakat.

Bacaan Lainnya

HUT ke-81 RI ody Riyan Saputra - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar

dr. Ruslan Ramli, M. Adm. Kes, HUT Ke-81 RI

Bansuhari Said - Camat Pattallassang Kabupaten Takalar

HUT ke-81 RI Ayatullah Rawatib - Plt. Camat Polongbangkeng Selatan

Firmansyah Habsi - Lurah Pappa Kecamatan Pattallassang - Takalar

dr. irmayani, HUT Ke-81 RI

Himbaun Pasang Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI

 “Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pemahaman kepada peserta untuk tanggap terhadap bencana, pada saat terjadi kita semua tahu bagaimana menyelamatkan diri masing-masing sehingga meminimalkan terjadinya korban”. Tegas Staf Ahli.

Beliau berharap dengan adanya Program Kegiatan Penerapan Sekolah Madrasah Aman Bencana (SMAB) semua pemangku kepentingan bisa membangun budaya siaga, budaya aman dan budaya pengurangan risiko bencana, mampu menyebarluaskan dan mengembangkan pengetahuan kebencanaan melalui jalur pendidikan

Sementara itu, ketua panitia Drs. H. Muh. Kasim dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan berlangsung sehari dengan jumlah peserta kurang lebih 50 orang dari lingkup SLB N. 1 Mapsu, Koramil dan BPBD Kab. Takalar.

Dilaporkan pula melalui pendidikan diharapkan agar upaya pengurangan
risiko bencana dapat mencapai sasaran yang lebih luas dan dapat diperkenalkan secara lebih dini kepada seluruh peserta didik, guru dan tenaga kependidikan, dengan mengintegrasikan pendidikan pengurangan risiko bencana ke dalam kurikulum sekolah maupun kedalam kegiatan ekstrakurikular.

Pos terkait