Enam SD di Takalar Ikuti Penguatan SPMI, Manfaatkan Dana BOS Kinerja

Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW - Bupati dan Wakil Bupati Takalar - Sulselberita

HUT ke-81 RI Bupati dan Wakil Bupati Takalar

HUT ke-81 RI Ketua DPRD Takalar

SULSELBERITA.COM. TAKALAR – Enam sekolah dasar (SD) di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, mengikuti kegiatan penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI).

Kegiatan tersebut berlangsung di ruang guru UPT SD Negeri 1 Centre Pattallassang, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 30, Kelurahan Pattallassang, Kecamatan Pattallassang, Jumat (18/9/2026).

Bacaan Lainnya

HUT ke-81 RI ody Riyan Saputra - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar

dr. Ruslan Ramli, M. Adm. Kes, HUT Ke-81 RI

Bansuhari Said - Camat Pattallassang Kabupaten Takalar

HUT ke-81 RI Ayatullah Rawatib - Plt. Camat Polongbangkeng Selatan

Firmansyah Habsi - Lurah Pappa Kecamatan Pattallassang - Takalar

dr. irmayani, HUT Ke-81 RI

Himbaun Pasang Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI

Pantauan Tribun-Timur.Com, kegiatan diikuti sekitar 30 peserta yang terdiri dari guru dan kepala sekolah.

Ruang guru yang digunakan sebagai lokasi kegiatan berukuran sekitar 4 x 5 meter.

Terdapat pula dua unit LCD monitor berukuran 54,6 inci yang digunakan sebagai penunjang kegiatan pelatihan.

Kepala UPT SD Negeri 1 Centre Pattallassang, Dra Siswaty M, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan oleh sekolah penerima BOS Kinerja dengan hasil kinerja terbaik.

“Ini kegiatan dilaksanakan oleh sekolah penerima BOS Kinerja dengan hasil kinerja terbaik,” kata Siswaty saat ditemui di lokasi kegiatan, Jumat (18/9/2026).

Menurutnya, BOS Kinerja berbeda dengan BOS Reguler.

Dana tersebut digunakan untuk mendukung peningkatan kompetensi guru dan tenaga pendidik melalui pelatihan maupun bimbingan teknis.

“Jadi ada bantuan selain BOS Reguler, ada bantuan BOS Kinerja sekolah yang berkinerja baik,” ujarnya.

Siswaty menjelaskan, penentuan sekolah berkinerja baik salah satunya mengacu pada Rapor Pendidikan.

Penilaian tersebut tidak semata-mata melihat apakah seluruh indikator berada pada kategori tertentu.

Namun, progres peningkatan capaian sekolah dari tahun ke tahun juga menjadi perhatian.

“Jadi bukan karena dia hijau semua itu standar, tetapi progresnya dari meningkat. Grafiknya, grafik progresnya,” jelasnya.

Ia mengatakan Rapor Pendidikan dirilis setiap tahun dan menjadi salah satu bahan bagi sekolah untuk melihat bagian yang masih perlu diperbaiki.

“Setiap tahun dirilis hasil rapornya. Itu keluar sebagai Rapor Pendidikan,” katanya.

Kegiatan penguatan SPMI ini dilaksanakan dalam Gugus Belajar III yang dibentuk oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Takalar.

Siswaty menyebut terdapat tujuh gugus belajar di Takalar.

Khusus Gugus Belajar III, terdapat enam sekolah dasar yang mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.

Enam sekolah itu yakni UPT SD Negeri 1 Centre Pattallassang, UPT SD Negeri 150 Inpres Tamalalang, UPT SD Negeri 9 Bone-bone, UPT SD Negeri 8 Tamasongo, UPT SD Negeri 24 Takalar II, dan UPT SDN 3 Pattallassang.

“Jadi saya ini Gugus 3. Terdiri dari enam sekolah,” ungkap Siswaty.

Ia menjelaskan, Gugus Belajar III terdiri dari lima SD di Kecamatan Pattallassang dan satu SD dari Kecamatan Mappakasunggu.

Sekolah tersebut dikelompokkan karena sama-sama mendapatkan BOS Kinerja berdasarkan capaian kinerja yang dinilai melalui Rapor Pendidikan.

“Di Takalar ini ada beberapa SD yang dianggap berkinerja baik. Dari sekian ini dikelompokkanlah per gugus,” ujarnya.

Menurut Siswaty, salah satu sekolah yang masuk Gugus Belajar III adalah UPT SD Negeri 24 Takalar II.

Sekolah tersebut disebut memiliki progres kinerja yang baik sehingga memperoleh BOS Kinerja meski sebelumnya menghadapi persoalan terkait fasilitas gedung.

“SD 24 yang kemarin tidak ada gedungnya, tetapi progresnya dia bagus, makanya diberikan BOS Kinerja,” katanya.

Dalam pelaksanaan kegiatan, materi diberikan oleh instruktur yang telah mengikuti Training of Trainers (TOT) dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP).

Untuk kegiatan pertama, H Abdul Muin bertindak sebagai instruktur.

Materi yang diberikan di antaranya penguatan pemahaman mengenai Penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal Satuan Pendidikan.

Siswaty mengatakan terdapat delapan standar pendidikan yang kembali dipelajari dalam kegiatan tersebut.

“Di awal ini kami diberikan dulu pemahaman, penguatan pemahaman kembali tentang Standar Sistem penjaminan mutu internal Pendidikan,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan SPMI bukan untuk mencari atau menunjuk sekolah yang memiliki kekurangan.

Sebaliknya, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masing-masing sekolah untuk melakukan evaluasi terhadap kondisi dan kebutuhan mereka.

“Kan beda-beda Rapor Pendidikan,” katanya.

“Di mana beda-beda akar masalahnya. Kalaupun kami misalnya di literasi sama-sama menurun, tetapi akar masalahnya sekolah A dengan sekolah B beda, tidak sama,” lanjutnya.

Ia memberikan contoh, persoalan literasi di satu sekolah bisa berkaitan dengan teknik pembelajaran.

Sementara di sekolah lain, persoalannya bisa berkaitan dengan buku atau sarana pendukung pembelajaran.

“Jadi kita yang sadar kembali dari Standar Nasional itu,” tuturnya.

Rangkaian kegiatan Gugus Belajar III dilaksanakan secara bergilir di enam sekolah.

Setelah penguatan SPMI, materi berikutnya mencakup penguatan literasi dan numerasi serta penguatan penggunaan teknologi.

Rangkaian tersebut kemudian dilanjutkan dengan pendampingan untuk melihat penerapan materi yang telah diperoleh peserta di sekolah masing-masing.

Peserta kegiatan berasal dari guru dan kepala sekolah dengan komposisi lima guru dan satu kepala sekolah dari setiap sekolah.

Untuk jadwal pelaksanaan, UPT SD Negeri 1 Centre Pattallassang menjadi sekolah pertama pada Jumat (18/9/2026).

Kegiatan dilanjutkan di UPT SD Negeri 150 Inpres Tamalalang pada Sabtu (19/9/2026).

Selanjutnya, UPT SD Negeri 9 Bone-bone menjadi lokasi kegiatan pada Minggu (20/9/2026).

Rangkaian berikutnya dilaksanakan di UPT SD Negeri 8 Tamasongo, UPT SD Negeri 24 Takalar II, kemudian UPT SDN 3 Pattallassang.

Adapun kepala sekolah yang hadir dalam kegiatan tersebut yakni Dra Siswaty M dari UPT SD Negeri 1 Centre Pattallassang, Nurlaelah, S.Pd dari UPT SD Negeri 150 Inpres Tamalalang, dan Roni Mustakim, S.Pd dari UPT SD Negeri 9 Bone-bone.

Turut hadir Hj Nurlim, S.Pd dari UPT SD Negeri 8 Tamasongo, Mutmainnah, S.Pd dari UPT SD Negeri 24 Takalar II, serta Yuliana, S.Pd dari UPT SDN 3 Pattallassang.

Materi SPMI pada hari pertama disampaikan H Abdul Muin.

Dalam pemaparannya, Abdul Muin menjelaskan bahwa pemenuhan standar pendidikan merupakan batas minimal yang harus dicapai satuan pendidikan.

Ia juga menekankan pentingnya satuan pendidikan tidak berhenti setelah memenuhi standar yang telah ditetapkan.

“Sesuai KKM. Iya. Katakanlah begitu, baru sampai di situ. Karena itu kriteria minimal. Jadi kalau sudah mentok sampai di situ capaianta, maka di dalam penyusunan program harus lebih di atasnya lagi,” ujar Abdul Muin dalam materi pelatihan.

Ia menjelaskan, penjaminan mutu diterapkan pada satuan pendidikan baik jalur formal maupun nonformal.

“Penjaminan mutu itu dilaksanakan pada satuan pendidikan baik jalur pendidikan formal maupun nonformal,” katanya.

Untuk materi berikutnya, instruktur yang dijadwalkan adalah H Nurmin dan Pak Ahsan.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya sekolah melakukan evaluasi dan peningkatan mutu berdasarkan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.

Pos terkait