Pakai Galon Bekas, Mahasiswa KKN Unhas Latih Warga Sidrap Buat Biogas Kotoran Sapi

Pakai Galon Bekas, Mahasiswa KKN Unhas Latih Warga Sidrap Buat Biogas Kotoran Sapi
SULSELBERITA.COM, Sidrap – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja Pelatihan Pembuatan Biogas Berbasis Limbah Kotoran Sapi di Kelurahan Batu Lappa, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, Kamis (06/08/2026).Warga setempat diajak menyulap limbah kotoran sapi yang berserakan menjadi energi alternatif ramah lingkungan menggunakan media sederhan yakni galon bekas.Dorong Penghematan dan Mitigasi IklimInovasi ini diinisiasi oleh Tim Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin, menjelaskan bahwa pemanfaatan biogas merupakan langkah nyata dalam mitigasi perubahan iklim sekaligus menjadi solusi ekonomi bagi warga.
“Penerapan biogas ini adalah langkah sederhana mengurangi masalah lingkungan. Selain ramah lingkungan, pemanfaatan biogas dari kotoran sapi ini juga membantu perekonomian masyarakat Batu Lappa melalui penghematan pembelian gas LPG rumah tangga,” ujar Hilal selaku penanggung jawab program Pelatihan Pembuatan Biogas Berbasis Limbah Kotoran Sapi
Praktik Langsung Pakai Galon BekasEdukasi tidak berhenti pada teori. Warga Kelurahan Batu Lappa langsung dilibatkan dalam praktik perakitan instalasi biogas sederhana. Secara terperinci, mahasiswa mendemonstrasikan tahapan pembuatan yang meliputi:
  • Penyiapan alat dan bahan.
  • Pembuatan komponen digester (pengolah) dan wadah penampung gas.
  • Proses pencampuran kotoran sapi dengan air menggunakan formula yang tepat.
  • Pengisian campuran ke dalam instalasi hingga proses panen energi.
Melalui metode praktik langsung ini, masyarakat diharapkan mampu menduplikasi dan membuat instalasi biogas secara mandiri di pekarangan rumah masing-masing.Diapresiasi Dinas Lingkungan HidupAksi nyata mahasiswa Unhas ini mendapat respons positif dari Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang. Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Sidrap, Kasman, S.Sos., yang hadir memantau langsung jalannya pelatihan, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif tersebut.
“Ini adalah solusi cerdas dalam mengelola limbah kotoran sapi yang selama ini belum termanfaatkan dan berserakan. Teknologi sederhana ini tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan kelurahan, tetapi juga menghasilkan sumber energi baru yang instan dan bermanfaat untuk harian warga,” tutur Kasman.
Targetkan Kemandirian Energi dan Lingkungan bersihMelalui program KKN-T ini, tim mahasiswa Unhas berharap warga Kelurahan Batu Lappa bisa konsisten mengolah limbah ternak mereka. Dampak jangka panjang yang diincar dari program ini meliputi:
  1. Pengurangan volume limbah kotoran sapi di area pemukiman.
  2. Produksi sampingan berupa pupuk organik siap pakai untuk pertanian warga.
  3. Peningkatan kesadaran kolektif terhadap pelestarian lingkungan.
  4. Akselerasi pemanfaatan energi terbarukan di tingkat desa demi menghadapi dampak buruk perubahan iklim.(*)

Pos terkait