Asumsi: Camat Reok, Antara Cari Solusi atau Cari Aman???

437

SULSELBERITA.COM. Manggarai-Kemarin telah di kabarkan melalui media sosial dan konsulidasi Masif bersama sebagian pemuda dan masyarak Bahwa dengan melihat Realitas Kinerja para kecamatan Reok terkait persoalan sampah maka di putuskan Pada hari senin tgl 2 september 2019 nanti kami akan melaksanakan Aksi Damai menuntut berbagai macam persoalan terkait permaslahan di kec Reok.

Aksi yang d rencanakan secara masif dengan berpegang pada UU konstitusi di harapkan mampu menjadi Kritik terhadap aparat pemerintahan yang pada hari ini belum menyesaikan permasalahan yg menjadi kerisauan masyarakat kita.

Reok dengan aktivitas prekonomian yang tinggi, dan menjadi sentral ekonomi ternyata tidak mampu di mamfaatkan secara baik oleh pemerintahan kita dalam memajukan kesejahteraan rakyat serta membangun lingkungan yang bersih dan damai, malah menyisahkan berbagai polemik dan permasalahan yg terjadi di kecematan reok. sehingga ini yang membuat kita harus bergerak mengevaluasi kinerja para tokoh pemerintah di kec reok. kami percaya bahwa untuk mengingatkan para kepala pemerintahan kita dan untuk membangun reok ini maka di perlukan control dan kritik dari masyrakat khusunya pemuda. dan Terkait dengan problem Sampah yang sudah carut marut beberapa tahun terakhir ini membuat kita harus bergerak, menjadi alarm bagi para pemangku kebijakan untuk kembali melaksanakan tugasnya. Begitupun aksi yg kami lakukan beberapa minggu belakangan ini adalah upaya untuk mengingatkan pemerintah kita khususnya pak camat kec reok agar lebih serius memikirkan dan mendesak pemerintah kabupaten dan bupati manggarai untuk menyelsaikan persoalan sampah yg terjadi d kec reok.

kembali dengan persoalan Aksi yang ingin kami laksanakan pada hari senin tanggal 02 september 2019 sebagai lanjutan aksi sebelumnya adalah sesuatu yang sudah kami persiapkam secara matang dengan mengacu pada UU. Aksi ketiga yg masih berhubungan persoalan sampah ini sudah kami kaji secara mendalam, aksi pertama yg di lakukan 2 minggu yg lalu berakhir dengan audience dan aksi kedua yang kami lakukan satu minggu terakhir ini, berakhir dengan penyegelan kantor kecamatan karna kekecewaan kami terhadap pemrintah kecematan reok yg tidak ada di kantor pada saat jam kerja. dan aksi ketiga yang telah kami rencanakan pada hari senin ini dengan harapan camat reok tidak lagi diam dengan persoalan sampah yang sdah terjadi bebrapa tahun terakhir ini.

Baca Juga  Demo.Aksi Tolak TKA China oleh Tamalaki Sutra Kembali Berlanjut

menurut kami kalaupun camat reok belum bisa merealisasikan semua tuntutan yang ada maka setidaknya satu tuntutan bisa d realisasikan seperti penyediaan dan pengawasan sarana dan prasarana kebersihan setiap kelurahan dan TPS sebagai tempat pembuangan sementara. tapi nyatanya pak camat kecematan reok tidak melakukan satupun tuntutan yg kami harapkan. dan ini yg membuat kami yakin bahwa camat reok tidak serius memikirkan persoalan ini.

Dan pada rencana aksi yang ketiga kali ini dengan sebelumnya melakukan publikasi serta penyebaran ingformasikan secara massif melalui media sosial ternyata Mendapat respon dari pihak kecamatan walaupun tidak di konfirmasi kepada kami. bahwa ternyata pihak kecamatan akan melakukan Rapat pada hari senin bersama tokoh² yg berada di kec reok untuk membahas sampah dan rabies. ini menurut kami seperti rapat dadakan saja.
ada yang lucu menurut hemat kami bahwa yang pertama rapat dadakan yang akan di lakukan oleh pihak kecamatan pada hari senin nanti sangat tidak relevan waktunya, sebelumnya pihak kecamatan sudah mengetahui bahwa mahasiswa dan sebagian masyarakat akan melaksanakan aksi demonstrasi pada hari senin, surat sudah kami layangkan ke polsek kecamatan reok dan ingformasi yang kami dapat dari surat yang kami layangkan dan kami tunggu konfirmasinya ternyata Pak camat pada hari senin nanti sedang berada di Ruteng untuk menghadiri Pelantikan anggota DPRD. dan kami merasa lucu, kenapa pihak kecamatan bukan dari kemarin melakukan rapatnya, knpa baru sekarang ketika kami hendak melaksanakan aksi dan ketika ada pelantikan DPRD kab manggarai, dari kemarin kemana saja??
ingformasi mengenanai rapat kec reok dengan agenda pembahasan sampah dan rabies pada hari senin kami dapatkan di salah satu grup WA, surat dengan tanda tangan camat, dan tanpa Logo kecematan reok. dan kebetulan saya mantan sekretaris d beberapa lembaga kemahasiswaan, Dalam surat resmi saya baru dapatkan surat resmi tanpa logo.

Terlepas dari itu, Apa yang di lakukan oleh kecamatan reok terkait rapat hari senin nanti selain menurut kami rapat DADAKAN juga mengganggu aktivitas para tokoh-tokoh yang di undang misalnya kepala sekolah se kec reok dan lurah se kec reok yg sudah pasti pada hari senin jam 08:30 ( jam undangan) sibuk dengan kegiatan sekolah dan kelurahan, begitupun tokoh² yang lainnya, dan karna rapat ini dadakan serta bersamaan dengan agenda pelantikan DPRD di ruteng yg mungkin saja banyak tokoh² yg di undang untuk rapat tidak hadir bahkan memungkinkan juga pak camat tidak hadir karna bertabrakan dengan agenda pelantikan trsebut,.
dan ini sangat tidak masuk akal ketika para tokoh di panggil untuk hadir rapat dengan oembahasan penting sementara pak camat tidak berada di tempat ? yang benar saja lah... kecuali pak camat juga ikut dalam rapat hari senin nanti dan ini "sedikit" rasional kalau Berbicara dengan idealnya rapat.

Baca Juga  Pekerjaan Talud Jalan Poros Tanggul Mangarabombang, Nyaris Tanpa Pondasi

maka dapat di pastikan bahwa rapat yg di lakukan hanya mencari aman agar mahasiswa ,pemuda dan masyarakat tidak melaksanakan unjuk rasa atau ini adalah upaya untuk membenturkan gerakan kami dengan rapat dadakan yg di hadiri tokoh² nantinya atau singkatnya rapat dadakan ini mungkin saja merupakan settingan yang dilakukan kecamatan untuk membenturkan antar kelompok yang akan bertemu nantinya di kecamatan baik tokoh² yang di undang untuk rapat dan mahasiswa bersama masyarakat yg melakukan unjuk rasa, kalaupun bukan settingan maka rapat dadakan ini hanya upaya kecamatan untuk mencari aman saja.
yang kedua kami menilai rapat dadakan yang di lakukan oleh pihak kecamatan dengan mengundang tokoh masyarakat, tokoh agama,FKUB, Kepala sekolah,lurah dan desa tidak sesuai deng perihal pembahasan rapat terkait masalah sampah dan rabies. kalaupun permaslahnnya misalnya konflik agama, atau issu Pendidikan dan kenakalan remaja dan lain sebagainya maka ini mungkin sedikit relevan. tapi kalau permasalahn sampah yang dari kemarin sudah di bahas maka menurut hemat kami pak camat harus melakukan kordinasi dan merekomendasikan dengan serius kepada pemerintah kabupaten dan dinas lingkungan untuk ikut menyelesaikan persoalan ini karnan ketika di biarkan tanpa solusi seperti ini maka Reok akan kebanjiran sampah dan imbasnya adalah Sumber daya manusia yang berpenyakitan, dan akan kedengaran lucu ketika permaslahan pemutusan kebijakan dan solusi terhadap masalah kecematan pihak kecematan mencari solusi ke bawah (masyarakat) . ini kan lucu, bukannya mereka di tempatkan di pemerintahan untuk mencari solusi bagi masyarakat kenapa masyarakat yg di mintai solusi? bagaimna kalau kita tukaran masyarakat yg jadi pejabat pemerintahan saja.

Baca Juga  Mafia Minyak di SPBU Simalinyang KM,30 Kampar Kiri Diduga Aniaya Wartawan

Bahkan di salah satu media (berita flores) mengingformasikan bahwa dinas lingkungan hidup (silvianus) merespon persoalan sampah di kec reok bahwa mereka menunggu konfirmasi dari pihak kec reok terkait tempat TPA. karna sampai sekarang mereka belum mendapatkan konfirmasi dari camat reok terkait tempat kedua untuk Pembangunan TPA yg seblumnya tempat pertama itu tidak bisa karna tidak sesuai dengan kajian tata wilayah.
dan kami berharap kalaupun betul rapat yg di lakukan kecematan reok bersama tokoh² yg di undang itu untuk mencari solusi terkait tempat TPA dan kami akan mendukung itu atau mungkin saja rapat yg di lakukan itu untuk meneruskan intruksi dari pak Bupati kemarin terkait solusi yg dia tawarkan untuk bikin kubur setiap rumah dan buang distu.
solusi dan intukrusi yang menurut kami tidak tepat sebagai org nomor satu di kabupaten manggarai ini.

Dari kajian dan analisis subjektifitas kami dengam menimbang kebijakan dan keputusan kecematan hari bahwa apa yg kemudian di putuskan oleh kecamatan untuk rapat pada hari senin nanti itu adakah upaya untuk mencari aman saja, bukan untuk mencari solusi. waktu dan konteks rapat tidak sesuai dengan substansi permasalahan yang ada, maka oleh sebab itu kami sebagai pemuda dan masyarakat reok akan terus mengawal dan mengevaluasi dengan kritis segala kebijakan yang ada, selama itu memberikan mamfaat untuk kepentingan kecamatan dan masyarakat Reok maka kami akan mendukung itu tapi ketika kebijakan tidak sesuai dengan amanah UU dan tidak mengedapankan kepentingan masyarakat reok maka kami akan terus melakukan kritik dan aksi. bahwa setiap kekuassan harus di control dan setiap kesalahan harus di kritiki, dan inilah tugas dan kewajiban paling penting bagi kami sebagai pemuda untuk mengawal kebijakan pemerintah guna membangun reok yang lebih baik lagi.

Dan terkait persoalan sampah kami akan terus mengawal,mengevaluasi dan mengingatkan kepada para pemangku kebijakan baik kecamatan maupun kabupaten untuk melakukan kinerjanya dengan baik sesuai amanat UU.

Aksi kemarin hanya pendahulan, latar belakang, isi dan kesimpulan akan menyusul.

Sumber: Yahya Alfatitzy.
Pergerakan mahasiswa Manggarai.

Advertisement
BAGIKAN