Top Score Tempat Usaha yang Kebal Hukum Andal Lalin, Instansi Terkait Diuji Taringnya…!!!!

0
87

SULSELBERITA.COM. MAKASSAR - Terkait beberapa waktu lalu telah dimuat dibeberapa media online, bahkan telah berlangsung aksi unjuk rasa oleh beberapa Lembaga Aktivis Mahasiswa, Diketahui sejumlah perusahaan yang berlokasi baik di jalan akses provinsi maupun kota yang ada di Kota Makassar diketahui dari data yang dihimpun awak media online bahwasanya pihak para pelaku usaha tersebut tidak megantongi dokumen izin Analisis Dampak Lingkungan Lalu Lintas (Andal Lalin).

Hal ini terjadi pada empat (4) tempat usaha atau Perusahaan yang hingga saat ini tidak memiliki izin andal lalin yakni : Burger King yang terletak dikawasan Jl. A.P. Pettrani/Jl. Hertasning poros Pao-pao, tepat disamping Kantor Suzuki Sinar Galesong, Mercure Hotel Makassar Nexa Pettarani Jl. A.P. Pettrani No. 4, Kel. Gn. Sari Kec. Rappocini, MC. Donald Pettarani dan Toko Bintang Pengayoman kota Makassar.

Baca Juga  Tak Terima Tanahnya Disertifikatkan Secara Sepihak, Ahli Waris Ambil Alih SD Inpres 153 Bontonompo Takalar

Sedikit diketahui, bahwa yang berwenang memberikan ijin andalalin yakni Menteri RI, Gubernur dan Bupati/Walikota atas rekomendasi Kepolisian, Dishub/Bptd dan Dinas PU/Balai Jalan. Seharusnya Dinas yang mengeluarkan ijin usaha seperti Dinas Ptsp dan dinas tata ruang dan sebagainya, harus mensyaratkan ijin Andalalin sebagai persyaratan 'WAJIB' bagi pengusaha dan pihak pengembang/Kontraktor.

Maraknya tempat usaha yang eksistensinya tidak mempedulikan adanya aturan andal lalin meminta para instansi terkait harus bersikap tegas untuk segera menertibkan dan menutup tempat-tempat usaha tersebut yang dinilai tidak memiliki izin andal lalin. Sehingga berdampak pada kesemrawutan arus lalulintas di sekitar tempat usaha tersebut.

Kata Ancu Aziz selaku dari Masyarakat Anti Macet (MACET) melalui via telefon selulernya Jum'at (23/08/19) mengatakan, "Berdasarkan pantauan kami, ternyata tempat usaha yang diduga tak memiliki izin andalalin tersebut merupakan bentuk pembangkangan terhadap aturan yang telah ditetapkan oleh negara sehingga tidak ada alasan tempat tersebut tidak ditindak tegas sesuai peraturan yang berlaku. Terangnya kepada awak media.

Baca Juga  Breaking News, Sesosok Mayat Perempuan Ditemukan Mengambang Dibawah Jembatan Kembar Sungguminasa

Lanjut kata Ancu, Oleh karena itu, kami dari Masyarakat Anti Macet (MACET) mendesak Ditlantas Polda Sulsel dan beberapa instansi terkait yang menangani hal tersebut, untuk segera bertindak tegas dan nyata terhadap tempat-tempat usaha tersebut serta bilaperlu melakukan tindakan menutup operasional usaha tersebut atau diberi (Police line).

"Kami minta para instansi terkait yang berwenang dalam hal tersebut, untuk mengambil tindakan tegas kepada pemilik usaha/perusahaan yang melakukan pelanggaran sesuai aturan di Permenhub no 75/2015, menyebutkan bahwa jika pengembang tidak melaksanakan rekomendasi andal lalin, kegiatan pembanguannya bisa diberi teguran, sanksi administrasi, penghentian sementara bahkan penghentian total kegiatan pembangunan/usaha tersebut serta UU LAJ No. 22/2009 pasal 99 dan 100 mengenai andalalin." Tegasnya.

Hingga berita ini terbit, pihak dari para pelaku usaha/perusahaan sampai saat ini, belum memberikan klarifikasi meski sudah dikonfirmasi berkali-kali.

Baca Juga  Pekerjaan Betonisasi PT. DIEGO PUTRA KONSTRUKSI Beberapa Ruas Jalan di Takalar di Duga Sarat Korupsi

Kontributor: Wisnu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here