Bensin Langka Di SPBU Panaikang Takalar, Manager: Ada Pengurangan Jatah Dari Pertamina”

0
311
Advertisement

SULSELBERITA.COM. Takalar - Kebijakan pemerintah pusat baru baru ini yang menaikkan harga BBM non subsidi jenis Pertalite, kini mulai berimbas dan berdampak pada kelangkaan BBM non Subsidi Jenis Premium, hal ini tentunya menimbulkan kecurigaan, jangan jangan ada pihak pihak tertentu yang melakukan penimbunan.

Salah satu SPBU yang ada di Takalar, yakni SPBU Panaikang, adalah salah satu SPBU yang paling sering tidak menjual Bensin, terutama jika sudah sore hari, dengan alasan bahwa bensin sudah habis, yang ada hanya Pertalite dan Pertamax, sehingga warga dengan sangat terpaksa harus membeli BBM non subsidi tersebut.

Hasil pantauan Awak media ini di SPBU Panaikang selama satu minggu terakhir, mnemukan fakta, jika setiap sore hari, SPBU ini sudah tidak menjual bensin lagi, dengan alasan klasik Bensin sudah habis.

Baca Juga  Bekuk 4 Pelaku, Satnarkoba Polres Gowa Sita 31,6 Gram BB Sabhu

Menurut pengakuan salah seorang karyawannya di SPBU tersebut, mengungkapkanĀ  jika saat ini bensin di tempatnya kerja tersebut cepat habis, karena jatah dari pertamina hanya 8 ton saja perharinya, " Maaf pak bensin sudah habis, sisa Pertalite dan Pertamax, soalnya cepatki habis, karena setiap hari kami hanya di kirimi 8 Ton saja". ungkapnya.

Sementara itu, manager SPBU Panaikang Wati, yang dikonfirmasi terkait kelangkaan Bensin di SPBU yang di pimpin nya tersebut, awalnya membantah kalau Bensin langka, namun setelah disampaikan kalau awak media ini sudah satu minggu melakukan pemantaun langsung, barulah yang bersangkutan mengakui, jika memang pasokan Bensin dari pertamina berkurang, "Ada pengurangan jatah dari Pertamina pak, biasanya kami minta 24 Ton perhari, tapi yang datang tidak seperti permintaan kami, tapi sebaiknya kita tanya langsung ke Pertamina pak, kenapa bisa begitu". Ungkap Wati melalui sambungan Telpon selulernya. (Selasa, 10/4/2018).

Baca Juga  Hanya Karena Sendok Bakso, Pegawai Koperasi Ini Di Tikam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here