Jembatan Utama putus, Petani Lima Desa/Kelurahan Gunakan Jembatan Darurat

459

SULSELBERITA.COM. Takalar - Sejumlah petani yang berada di lima kelurahan dan Desa yakni Bulukunyi, Pattene, Surulangi, Cakura dan Moncongkomba Kecamatan Polongbangkeng Selatan (Polsel), nekat untuk menyeberangi jembatan darurat yang dibuat oleh beberapa petani sekitar dua bulan lalu .

Jembatan darurat tersebut, dibangun dengan menggunakan bahan dari batang pohon sebagai penyangga atau penganti tiang, hal tersebut tentunya bisa membahayakan nyawa dan keselamatan para petani yang melintas untuk melakukan aktivitasnya di sawah.

Salah seorang petani yang diwawancara oleh awak media di lokasi jembatan darurat tersebut, mengatakan "jembatan darurat terpaksa dibuat untuk membantu para petani sementara waktu, dikarenakan jika harus memilih jalan lain membutuhkan waktu sangat lama dan kondisi jalan juga sangat memprihatinkan dan hingga sekarang pihak pemerintah daerah Takalar tidak pernah memberikan perhatian terhadap kondisi yang di alami para petani". Ujar Dg Nambung petani yang beralamat di bulukunyi tersebut (Kamis, 4/1/2017).

Baca Juga  Cegah Penularan Covid-19, Kapolres Takalar AKBP Budi Wahyono Pantau Kesiapa Pelayanan Samsat
Advertisement

Perlu diketahui,  di sungai ini sebelumnya di bangun sebuah jembatan pada tahun 2012 menggunakan APBN, namun roboh setahun yang lalu setelah di hantam banjir, petani berharap kepada pemerintah Takalar untuk turun tangan memperbaiki jembatan yang digunakan sebagai penyeberangan para petani.

Advertisement
BAGIKAN