Terlantar Dan Kelaparan, Warga Transmigrasi Tanakeke Pinsang Saat Tuntut Haknya

396

SULSELBERITA.COM. Takalar - Sudah jatuh tertimpa tangga pula, pepatah tersebut lebih cocok untuk menggambarkan nasib Lima Kepala Kekuarga (KK) warga Transmigrasi asal Solo yang saat ini menjadi peserta transmigrasi di Kepulauan Tanakeke Kab.Takalar.

Bagaimana tidak, dari 25 KK warga transmigrasi asal Solo tersebut kini yang tersisa hanya Lima KK saja yang masih bertahan di lokasi Transmigrasi di Dusun Dande Dandere, Desa Maccini Baji Kepulauan Tanakeke, mereka sudah lebih setahun harus terlantar karena di duga tidak mendapatkan oerhatian pemerintah, bahkan menurut salah seorang warga transmigrasi asal solo Jadang mengaku kalau hak mereka tidak diberikan.

Advertisement

"Sudah setahun lebih pak kami menanyakan hak sebagai warga transmigrasi, tapi kami hanya di janji dan di janji saja, kami ini di telantarkan, kami kelaparan pak, pemerintah tak perduli dengan nasib kami, kami  ikut transmigrasi sudah setahun lebih, tentunya dengan harapan ada perubahan nasib, tapi ternyata kami jauh jauh ikut program pemerintah, hanya untuk di telantarkan dan kelaparan di sini" ungkapnya sedih.Rabu. (13/9/2017).

Baca Juga  Beraksi di Dua Kabupaten, Pelaku Diringkus Resmob Polda Sulsel

Di tambahkannya lagi "Hari ini kami datang kembali ke kantor transmigrasi untuk menagih janji dan hak kami, tapi ternyata kami tidak mendapatkan solusi, bahkan salah seorang keluarga kami pinsang di sini, kami tidak tahu lagi mau mengadu kepada siapa, padahal program pemerintah ini anggarannya miliaran, tapi jangankan untuk merubah nasib kami, jatah hidup saja yang menjadi hak kami bahkan tidak di berikan" jelas Jadang sedih.

Lanjut Jadang " kalau memang pemerintah tidak sanggup memperhatikan nasib kami warga transmigrasi di Tanakeke, lebih baik pulangkan kami ke kampung halaman, agar kami bisa hidup normal dan mencari nafkah, daripada kami di sini terlantar dan kelaparan, bapak kan juga liat tadi salah seorang keluarga kami pinsang dan sekarang di larikan ke rumah sakit, kami sudah kelaparan di lokasi, anak nak kami tidak ada yang kasi makan, sudah berulang ulang kesini, kami hanya minta hak kami," kunci Jadang penuh Kecewa.

Baca Juga  Warga Pingsan Dengar Suara Tembakan Polisi, Keluarganya Minta Perlindungan Hukum ke LSP3M Gempar Indonesia Sulsel

Sementara itu, pihak dinas Transmigrasi yang coba di konfirmasi terkait hal tersebut, sedang melakukan rapat intern "maaf, Pak Kadis lagi rapat intern pak dengan beberapa Kabid dan staf" ujar salah seorang pegawai dinas Transmigrasi. (Rabu, 13/9/2017).

Advertisement
BAGIKAN