SULSELBERITA.COM. Takalar – 17 September 2026 — Persoalan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalabbirang 1, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, kian memanas. Belum usai polemik pemberhentian dua relawan secara sepihak, kini muncul tudingan serius terkait kebersihan dan keamanan pangan di dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyajikan makanan bagi ratusan anak sekolah.
Mantan relawan SPPG Kalabbirang 1, Megah, membongkar temuan yang mengkhawatirkan. Ia menyebut menemukan kecoa di sejumlah bagian dapur, bahkan mengaku melihat kecoa berada di tahu — makanan yang hendak disajikan kepada para siswa. Selain itu, peralatan penyimpanan berupa lemari pendingin atau showcase dinilai berupa barang bekas dan layak dipertanyakan kelayakannya.
Megah pun menantang Badan Gizi Nasional (BGN) Sulawesi Selatan turun langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh.
“Kami menantang BGN Sulsel untuk segera mengecek dapur SPPG Kalabbirang 1. Kalau memang kondisi peralatan dan kebersihannya tidak memenuhi standar, kami berharap ada evaluasi,” tegas Megah, Rabu (16/9/2026).
Dengan cakupan pelayanan hingga 279 anak dari 21 sekolah jenjang TK, SD, dan SMP, aspek higienitas menjadi hal yang tak bisa ditawar-tawar. Setiap butir makanan yang disajikan langsung berdampak pada kesehatan anak-anak penerima manfaat.
Pengelola: Sudah Kontrol Hama, Tudingan Dinilai Merugikan
Menanggapi hal tersebut, pihak pengelola melalui Hj. Andi Cendrawati (Opu) dari Yayasan Berkah Wijaya Makmur menyatakan dapur telah bekerja sama dengan jasa pengendalian hama, PT Loestigop, untuk penanganan serangga dan hewan pengganggu. Tindakan pencegahan dan perlakuan kebersihan telah dilakukan secara berkala.
“Dapur Kalampa telah berlangganan dan melakukan kontrak kerja sama dengan Loestigop, perusahaan yang secara profesional membasmi tikus, serangga, nyamuk serta sejenisnya dan sudah dilakukan perlakuan atau treatment,” ujarnya.
Namun, pernyataan Megah dianggap telah merugikan nama baik dapur. “Yang disampaikan itu saya anggap sebagai pencemaran nama baik dapur saya. Oleh karena itu, sudah sudahlah. Marilah kita bersahabat dan berteman untuk menyukseskan program ini,” harap Hj. Andi Cendrawati.
Belum Terverifikasi, Masyarakat Menanti Hasil Resmi
Seluruh tudingan yang disampaikan mantan relawan tersebut hingga saat ini belum menjadi temuan resmi pihak berwenang. Diperlukan pemeriksaan langsung dari BGN Sulsel untuk memastikan kondisi sebenarnya — mulai dari sanitasi, pengendalian hama, kelayakan peralatan, hingga prosedur keamanan pangan yang diterapkan.
Orang tua warga dan masyarakat luas berharap pemeriksaan dilakukan secara transparan dan hasilnya diumumkan terbuka. Kesehatan anak-anak menjadi taruhan utama, sehingga tidak boleh ada kompromi atas kebersihan makanan yang disajikan.













