SULSELBERITA.COM. Takalar – 14 September 2026 — Dampak kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berlangsung hampir satu bulan ini kini memukul paling keras warga di wilayah kepulauan, Ribuan penduduk Kecamatan Kepulauan Tanakeke yang 90% menggantungkan hidup dari laut — baik sebagai nelayan tangkap maupun pembudidaya rumput laut — kini tak bisa lagi melaut. Perahu mesin yang seharusnya membelah ombak kini tertambat diam, tak berdaya tanpa bensin dan solar.
Dg Ngalle, salah seorang nelayan, mengungkapkan keprihatinan mendalam. Sudah hampir dua minggu ia tak bisa pergi ke laut sama sekali.
“Saya sudah hampir 2 minggu tak lagi bisa melaut, tak ada sama sekali bensin dan solar pak,” ucapnya dengan nada sedih.
Keluhan serupa datang dari Dg Bali. Ia menyebut kesulitan ini sudah berlangsung jauh lebih lama, namun belum ada jalan keluar yang terlihat.
“Kami tidak tahu lagi mau mengadu ke mana pak. Sudah lebih dari 10 hari tak dapat BBM, terpaksa kami tinggal di rumah saja,” ungkapnya pasrah.
Bagi masyarakat Tanakeke, laut bukan sekadar tempat bekerja — ia adalah satu-satunya ladang penghidupan. Tanpa BBM, perahu tak bisa berlayar, hasil tangkapan tak ada, dan pemasukan keluarga terhenti total. Situasi ini semakin membebani warga yang sebelumnya juga terdampak berbagai kesulitan ekonomi.
Hingga kini belum ada langkah konkret dari pihak berwenang untuk menjamin ketersediaan BBM bagi nelayan di wilayah kepulauan. Warga berharap perhatian segera diberikan, sebelum kerugian yang ditanggung menjadi semakin berat dan tak tertutupi.













