SULSELBERITA.COM. Takalar – Minggu (13/09/2026) — Meski dini hari telah tiba, deretan mesin motor dan mobil masih berjejer panjang di sejumlah SPBU Kabupaten Takalar. Antrean yang tak kunjung usai ini sudah dirasakan warga berhari-hari, menjadi pemandangan yang menyayat hati sekaligus menguji kesabaran setiap orang yang membutuhkan bahan bakar untuk beraktivitas.
Di tengah kelelahan dan keprihatinan itu, kehadiran sejumlah personel kepolisian justru membawa suasana yang berbeda. Kasat Reserse Narkoba Polres Takalar, AKP. H. Asrullah, bersama anggotanya datang bukan untuk melakukan penindakan atau pengawasan ketat, melainkan membawa sesuatu yang sederhana namun berarti: kue dan minuman.
Satu per satu pengendara yang masih bertahan dalam antrean didatangi. Makanan dan minuman diserahkan langsung sebagai tanda perhatian kepada mereka yang telah berjam-jam menunggu, bahkan hingga lewat tengah malam.
“Kami melihat sendiri masyarakat sudah berjam-jam mengantre, bahkan sampai tengah malam. Kami hanya ingin berbagi sedikit. Setidaknya ada makanan dan minuman untuk menemani masyarakat yang masih menunggu,” ujar AKP. H. Asrullah di lokasi SPBU Kecamatan Pattallassang, Minggu dini hari.
Ia menyadari sepenuhnya, pemberian sederhana ini tidak serta-merta mengatasi kelangkaan BBM maupun mempersingkat antrean yang terus memanjang. Namun, di tengah kelelahan fisik dan kekhawatiran yang melanda warga, perhatian kecil ini diharapkan dapat memberikan sedikit penghibur sekaligus bukti bahwa kehadiran aparat tidak hanya dalam bentuk penegakan aturan, melainkan juga kepedulian sesama warga.
“Makanan dan minuman ini tidak menyelesaikan persoalan BBM. Tapi kami ingin warga tahu: kami melihat dan merasakan apa yang dialami. Setidaknya ada sedikit semangat yang kami bagikan,” tambahnya.
Bagi para pengendara yang mengantre, persoalan ini bukan sekadar soal berapa liter bahan bakar yang didapat malam itu. Ada waktu berjam-jam yang terbuang, pekerjaan yang tertunda, kelelahan yang menumpuk, bahkan keharusan bertahan hingga dini hari hanya demi memastikan kendaraan tetap bisa digunakan untuk mencari nafkah keesokan harinya.
Kelangkaan BBM yang melanda Takalar belakangan ini memang menjadi keluhan utama masyarakat. Antrean panjang di SPBU terlihat setiap hari, sejak pagi hingga larut malam, memaksa warga menunggu berjam-jam demi mendapatkan jatah bahan bakar yang semakin sulit didapat. Di tengah ketidakpastian itu, kepedulian yang ditunjukkan Kasat Res Narkoba dan timnya menjadi secercah kehangatan yang diapresiasi warga — pengingat bahwa di balik persoalan yang belum tuntas, masih ada kebaikan dan kebersamaan yang tetap tumbuh.













