“Galesong Tak Boleh Jadi Lumbung Mafia BBM”: SEMMI Desak Polisi Lakukan Pemeriksaan Menyeluruh SPBU Tama’lalang

HUT ke-81 RI Bupati dan Wakil Bupati Takalar

HUT ke-81 RI Ketua DPRD Takalar

SULSELBERITA.COM. Takalar – Menguatnya dugaan praktik mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar di SPBU Tama’lalang, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar memicu kemarahan masyarakat. Aktivis Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI), Firmansyah Demma, secara tegas mendesak Polres Takalar segera memeriksa pihak manajemen bahkan menyegel lokasi tersebut jika terbukti ada pelanggaran, Minggu (30/8/2026).

Menurut Firmansyah, aktivitas mafia tidak akan berjalan lancar dan bertahan lama tanpa dukungan atau kelicikan pihak dari dalam SPBU itu sendiri.

Bacaan Lainnya

HUT ke-81 RI ody Riyan Saputra - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar

dr. Ruslan Ramli, M. Adm. Kes, HUT Ke-81 RI

Bansuhari Said - Camat Pattallassang Kabupaten Takalar

HUT ke-81 RI Ayatullah Rawatib - Plt. Camat Polongbangkeng Selatan

Firmansyah Habsi - Lurah Pappa Kecamatan Pattallassang - Takalar

dr. irmayani, HUT Ke-81 RI

Himbaun Pasang Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI

“Mafia tidak bisa masuk begitu saja jika tidak punya mitra internal. Jika isu ini benar, berarti ada pihak yang memuluskan jalan, dan itu pasti pemegang kebijakan di SPBU tersebut,” tegas mantan aktivis Universitas Hasanuddin itu.

Kecurigaan utama tertuju pada Manager SPBU. Firmansyah menilai posisi manajer memegang kendali penuh dan memiliki wewenang mutlak untuk menentukan apakah mafia bisa beroperasi atau tidak.

“Kami mendesak Polres Takalar segera memeriksa Managernya. Ini demi menjaga marwah hukum. Jangan sampai ada persekongkolan yang memanipulasi penegakan hukum,” serunya.

Kecurigaan ini diperkuat dengan pengamatan warga yang melihat aktivitas mencurigakan: pengangkutan jerigen berisi solar dalam jumlah besar menggunakan mobil pikap yang terjadi pada jam-jam tertentu. Hal ini dinilai sebagai bukti nyata adanya kerja sama yang disusun rapi antara pengelola SPBU dan kelompok mafia.

Sebagai putra daerah Galesong, Firmansyah menegaskan penolakannya keras terhadap keberadaan sindikat tersebut di wilayahnya.

“Galesong tidak boleh menjadi lumbung mafia. Saya tidak akan membiarkan kampung saya digerayangi oleh oknum yang merugikan rakyat dan negara,” tandasnya dengan nada tinggi.

Selain kepolisian, SEMMI juga menuntut PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi turun tangan melakukan audit dan pengawasan ketat.

“Pertamina harus mengevaluasi sistem kerjanya. Jika terbukti ada pelanggaran berat, Manager hingga staf pelaksana harus dipecat dan diseret ke jalur hukum seadil-adilnya,” pungkas Firmansyah Demma.

Pos terkait