UNIMEN dan UNM Matangkan Model E-Peer Support Berbasis Strength-Based melalui Uji Coba dan TOT

SULSELBERITA.COM. Enrekang, 25 Juli 2026 – Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN) bekerja sama dengan Universitas Negeri Makassar (UNM) menyelenggarakan rangkaian kegiatan Uji Coba Model dan Training of Trainers (TOT) Layanan E-Peer Support Berbasis Strength-Based sebagai bagian dari pelaksanaan Riset Kerja Sama BIMA Tahun 2026. Rangkaian kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Muhammad Junaedi Wahyudin, S.Pd., M.Pd. sebagai ketua peneliti dan bertujuan mengembangkan model layanan karier inovatif untuk meningkatkan work well-being mahasiswa.

Rangkaian kegiatan diawali pada 24 Juli 2026 dengan uji coba model layanan E-Peer Support Berbasis Strength-Based. Tahap ini dilaksanakan untuk menguji keterlaksanaan model yang telah dikembangkan sekaligus memperoleh masukan dari peserta sebelum model diimplementasikan secara lebih luas

Bacaan Lainnya

HUT RI 81 Bupati dan Wakil Bupati Takalar

Dalam uji coba tersebut, peserta mengikuti simulasi setiap tahapan layanan, mulai dari identifikasi potensi diri, komunikasi suportif, pendampingan sebaya, hingga penyusunan rencana pengembangan karier. Selain mengamati efektivitas model, tim peneliti juga menghimpun berbagai saran dan umpan balik sebagai dasar penyempurnaan model layanan.

Setelah melalui tahap uji coba, kegiatan dilanjutkan pada 25 Juli 2026 dengan Training of Trainers (TOT) Layanan E-Peer Support Berbasis Strength-Based. TOT dirancang untuk mempersiapkan fasilitator agar memiliki kompetensi yang seragam dalam menerapkan model yang telah diuji. Selama pelatihan, peserta memperoleh pembekalan mengenai keterampilan komunikasi, literasi karier digital, kesiapan memasuki dunia kerja, konseling sebaya, etika layanan, serta strategi pengembangan karier melalui pendekatan strength-based. Penyampaian materi dipadukan dengan diskusi, simulasi, dan praktik sehingga peserta dapat memahami implementasi model secara komprehensif.

Kegiatan menghadirkan Prof. Dr. Farida Aryani, S.Pd., M.Pd., Sinta Nurul Oktaviana Kasim, M.Pd., Dr. Elihami, S.Pd., M.Pd.I., Dr. Muhammad Junaedi Wahyudin, S.Pd., M.Pd., Prof. Dr. Ir. Muhammad Rais, M.T., M.P., dan Aisyah Suryani, S.Pd., M.S.I. sebagai narasumber.

Melalui pengalaman akademik dan profesional yang dimiliki, para narasumber memberikan penguatan terhadap konsep, prosedur, dan praktik layanan pendampingan sebaya yang berorientasi pada pengembangan kekuatan individu sebagai dasar peningkatan kesejahteraan kerja (work well-being) mahasiswa.

Ketua Tim Peneliti, Dr. Muhammad Junaedi Wahyudin, menjelaskan bahwa pelaksanaan uji coba dan TOT merupakan dua tahapan yang saling melengkapi dalam proses pengembangan model. Menurutnya, uji coba dilakukan untuk memastikan model dapat diterapkan sesuai kebutuhan sasaran, sedangkan TOT bertujuan menyamakan pemahaman fasilitator sebelum model diterapkan pada skala yang lebih luas.

“Melalui uji coba, kami memperoleh berbagai masukan untuk menyempurnakan model. Selanjutnya, TOT menjadi langkah strategis untuk memastikan para fasilitator memiliki kompetensi yang sama dalam mengimplementasikan layanan sehingga kualitas pelaksanaan penelitian tetap terjaga,” ujarnya.

Melalui rangkaian kegiatan ini, tim peneliti berharap model E-Peer Support Berbasis Strength-Based dapat menjadi inovasi layanan bimbingan dan konseling yang efektif dalam mendukung pengembangan karier serta meningkatkan work well-being mahasiswa.

Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen UNIMEN dan UNM dalam menghasilkan luaran riset yang tidak hanya memiliki kontribusi akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pengembangan layanan kemahasiswaan di perguruan tinggi.

Pos terkait