SULSELBERITA.COM. TAKALAR – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Takalar, Israwati Dg Rannu, menghadiri acara wisuda santri LPPTKA DPK BKPRMI Kecamatan Galesong Selatan. Kegiatan yang berlangsung meriah itu digelar di kawasan wisata Pantai Sampulungan, Kabupaten Takalar, pada Senin (1/6/2026), dan diikuti ratusan santri yang berasal dari berbagai unit Taman Kanak-kanak Al-Qur’an (TKA) serta Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) di bawah naungan BKPRMI setempat.
Sejak pagi, lokasi acara sudah dipadati oleh para santri, orang tua, guru ngaji, serta para tamu undangan yang antusias mengikuti prosesi wisuda, sebuah momen istimewa dalam perjalanan pendidikan Al-Qur’an anak-anak mereka. Suasana haru dan rasa bangga begitu terasa saat para santri satu per satu naik ke panggung untuk menerima sertifikat kelulusan sebagai bukti keberhasilan mereka menuntut ilmu.
Dalam kesempatan tersebut, Israwati Dg Rannu tampil anggun dengan balutan busana hitam yang dipadukan jilbab berwarna pink. Penampilannya yang sederhana namun elegan menyita perhatian saat ia menyapa dan berinteraksi akrab dengan para santri, guru ngaji, dan warga yang hadir. Israwati also turut menyerahkan piagam penghargaan kepada sejumlah guru mengaji yang dinilai memiliki dedikasi tinggi dalam membina dan mendidik generasi Qurani, yang disambut dengan tepuk tangan meriah oleh seluruh peserta.
Dalam sambutannya, politisi dari Partai Gerindra ini menyoroti peran krusial para guru ngaji dalam membangun karakter bangsa. Menurutnya, mereka adalah pilar utama dalam pembentukan sumber daya manusia yang berakhlak mulia dan berlandaskan nilai-nilai keislaman sejak usia dini.
“Guru ngaji memiliki jasa yang sangat besar dan tidak ternilai harganya dalam mendidik anak-anak kita agar mencintai Al-Qur’an dan memiliki akhlak yang baik. Karena itu, kesejahteraan mereka harus menjadi perhatian kita semua, baik pemerintah maupun masyarakat,” ujar Israwati.
Ia pun menegaskan komitmennya untuk terus berjuang memperjuangkan aspirasi para pengajar agama tersebut, termasuk mendorong peningkatan kesejahteraan yang layak bagi mereka.
“Saya berkomitmen untuk terus memperjuangkan kesejahteraan guru ngaji karena merekalah ujung tombak pendidikan keagamaan di tengah masyarakat. Keberadaan mereka sangat vital dalam menjaga kelestarian dan pemahaman ajaran agama di lingkungan kita,” tegasnya.
Israwati juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BKPRMI yang selama ini konsisten melakukan pembinaan terhadap generasi muda melalui pendidikan Al-Qur’an. Ia menilai kegiatan wisuda ini sebagai bukti nyata keberhasilan para pengurus dan guru dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada anak-anak.
Sementara itu, Ketua BKPRMI Kabupaten Takalar, Abdullah Hasan, yang juga turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada seluruh guru mengaji yang tanpa lelah mendidik para santri di berbagai wilayah. Ia berharap semangat dan ketulusan para pengajar terus terjaga demi melahirkan generasi penerus yang tidak hanya pandai membaca kitab suci, tetapi juga berakhlak mulia.
Abdullah Hasan juga mengajak seluruh orang tua untuk tidak berhenti mendampingi dan mendukung pendidikan Al-Qur’an bagi anak-anak mereka sebagai bekal utama menghadapi masa depan.
Para orang tua santri yang hadir pun mengaku merasa bangga dan bahagia melihat buah hati mereka berhasil menyelesaikan jenjang pendidikan Al-Qur’an hingga berhak mengikuti wisuda. Rangkaian kegiatan ini kemudian ditutup dengan sesi foto bersama yang penuh keakraban antara para santri, guru ngaji, pengurus BKPRMI, dan tamu undangan di keindahan kawasan Pantai Sampulungan.






