Polri di Bawah Presiden Dinilai Paling Ideal, Ini Kata Akademisi

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1447H

Selamat Hari Jadi Takalar Ke-66

Selamat Hari Jadi Takalar Ke-66

Selamat Hari Jadi Takalar Ke-66

Selamat Hari Jadi Takalar Ke-66

Selamat Hari Jadi Takalar Ke-66

SULSELBERITA.COM. Makassar Pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Purnomo dengan tegas menolak wacana penempatan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) didbawah kementerian mendapat respon positif dari kalangan akademisi di Sulawesi Selatan.

‎Dalam kesempatan sebelumnya Kapolri saat berada dalam rapat bersama Komisi III DPR RI tampak dengan jelas ketegasan sikap beliau dalam menolak kalau POLRI berada dalam naungan kementerian.

‎Kapolri bahkan menyampaikan dan menyatakan diri kalau disuruh memilih menjabat sebagai kepala kementerian Kepolisian, maka lebih baik menjadi petani saja.

‎Kondisi diatas, hal ini memicu akademisi di Makassar juga angkat bicara dan dukung Polri untuk tidak berada dibawah kementerian.

‎Dalam keterangan video singkatnya, akademisi UIN Alauddin Makassar, Professor Muhammad Khalifa Mustami menyinggung historis dan dukungannya secara tegas terhadap Polri saat ini.

‎Prof. Dr. Muhammad Khalifa Mustami, Wakil Rektor III Wain Alauddin Makasar ini, berpikir bahwa berdasarkan sejarah yang ada dan pertumbuhan Indonesia menuju negara yang maju.

‎Wakil Rektor 3 Kampus UIN Alauddin Makassar mengatakan dengan tegas sangat setuju kalau Polri tetap berada di bawah presiden dan insya Allah, Polri selalu cahaya bersama masyarakat, bravo untuk Polri.(KML)

‎Kami yakin negara ini akan tetap tentram dan adem jika Polisi tetap dijaga powernya yakni tetap berada dibawah Presiden langsung, tutupnya. (KML)

Selamat Hari Jadi Takalar Ke-66

Selamat Hari Jadi Takalar Ke-66

Selamat Hari Jadi Takalar Ke-66

Pos terkait