Pemboman Ikan di Perairan Tanakeke Kembali Marak Terjadi, Apa Kabar Aparat Kepolisian???

Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW - Bupati dan Wakil Bupati Takalar - Sulselberita

HUT ke-81 RI Bupati dan Wakil Bupati Takalar

HUT ke-81 RI Ketua DPRD Takalar

SULSELSELBERITA.COM. Takalar – Penangkapan ikan tak ramah lingkungan belakangan ini kembali marak terjadi di perairan kepulauan Tanakeke Kab.Takalar.

Hal ini sangat dikeluhkan ikeh hampir seluruh warga Desa di sana, pasalnya dampak dari penangkapan ikan dengan menggunakan BOM ikan ini telah merugikan masyarakat, salah satunya adalah mempengaruhi hasil budidaya rumput laut milik warga.

Bacaan Lainnya

HUT ke-81 RI ody Riyan Saputra - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar

dr. Ruslan Ramli, M. Adm. Kes, HUT Ke-81 RI

Bansuhari Said - Camat Pattallassang Kabupaten Takalar

HUT ke-81 RI Ayatullah Rawatib - Plt. Camat Polongbangkeng Selatan

Firmansyah Habsi - Lurah Pappa Kecamatan Pattallassang - Takalar

dr. irmayani, HUT Ke-81 RI

Himbaun Pasang Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI

” Belakangan ini marak lagi terjadi pemboman ikan di sini pak, ironisnya mereka melakukan nya disekitar tempat kami menanam rumput laut, akibatnya,rumput laut kami terus gagal, karena ditumbuhi oleh lumut yang cukup banyak” Ujar seorang warga inisial H. Jumat, (19/9/2025).

Saat ditanyakan apa hubungannya dengan gagalnya budidaya rumput laut mereka dengan pemboman ikan, H menjelaskan, ” Salah satu bahan yang dioakai untuk membuat bom ikan adalah pupuk, dan pupuk adalah salah satu zat Kimia yang bisa mempercepat tumbuhnya lumut” Ungkapnya.

Sementara salah seorang warga lainnya berinisia L, mengungkapkan fakta lain nya, ” Pelakunya itu orang Desa Minasa Baji dan Desa Mattirobaji, Mereka membom ikan bukan hanya di malam hari, tapi juga di siang hari”. Ungkapnya.

” Kamibsudah pernah melaporkan ke Polisi, tapi mereka hanya dipanggil ke kantor, tapi saat pulang, mereka makin menjadi jadi”.  Ujar L kecewa.

” Kami sangat berharap, pihak polisi bisa menangkap mereka semua, karena selain merugikan kami sebagai petani rumput laut, juga jelas jelas meeusak lingkungan” Tutupnya.

Dengan adanya keluhan warga ini, tentunya diharapkan pihak kepolisian bisa beetindak cepat, sebelum terjadi konflik sesama warga.

Pos terkait