Perkuat Program Toleransi, Institut Leimena Kunjungi Ponpes Ash-Shalihin

Dirgahayu Republik Indonesia

Dirgahayu Republik Indonesia

Dirgahayu Republik Indonesia

Dirgahayu Republik Indonesia

Dirgahayu Republik Indonesia

SULSELBERITA.COM. Gowa – Minggu, 10 Agustus 2025, Institut Leimena (IL) melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Ash-Shalihin Gowa. Kunjungan tersebut sebagai ajang membangun hubungan baik yang terus terjalin sejak guru-guru dari Ponpes Ash-Shalihin mengikuti Program Pelatihan Guru Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB).

Muatan pertemuan mencakup tindak lanjut untuk terus menyebarkan paham-paham toleransi yang lebih nyata terhadap sesama. Direktur Program IL, Daniel Adipranata, bersama Manajer Program IL, Julinar Sinaga, Staf Program Yanti dan Priskila turut hadir dalam kunjungan tersebut.

Bacaan Lainnya
Dirgahayu Republik Indonesia

Dirgahayu Republik Indonesia

Dirgahayu Republik Indonesia

Pengasuh Ponpes Ash-Shalihin, M. Kafrawy Saenong menyambut baik kehadiran Pimpinan IL. Kami dan beberapa guru di sini telah mengikuti program LKLB yang saat itu diinisiasi dengan Masjid Istiqlal Jakarta.

” Bahkan kami terus memberi motivasi para guru agar mengikuti program dari IL untuk menambah wawasan agama yang lebih komprehensif. IL terus mendampingi para alumni untuk terus berkontribusi agar program LKLB bukan hanya hadir di sekolah atau madrasah sendiri” Ujarnya.

Lanjut di katakan ” Paham-paham untuk menjunjung kebaikan bersama dan dapat berkolaborasi terus kami tularkan kepada para santri”.  tutur Kafrawy yang saat ini menahkodai LSKP.

Direktur Program IL, Daniel Adhipranata dan rombongan dari IL sangat antusias dalam kunjungan ke tempat-tempat alumni. Kami terus mendorong untuk para alumni LKLB agar dapat memberi kontribusi nyata untuk membangun Indonesia.

Salah satu upaya itu dengan melakukan pembelajaran yang menerapkan paham saling menghargai terhadap sesama manusia. Menurutnya, guru sangat dipercaya di Masyarakat. Sehingga guru bisa mengajarkan para muridnya untuk percaya bahwa tuhan menciptakan manusia untuk saling mengenal dan saling membantu, bukan malah saling membenci terhadap sesama manusia, tutup Direktur Program IL.

Pos terkait