PENINGKATAN TEKNIK BERBURU DAN KONSERVASI LEBAH HUTAN

27

SULSELBERITA.COM. Makassar - Dosen dari Fakultas Kehutanan, Laboratorium Perlindungan dan Serangga Hutan, yaitu Dr. Ir. Sitti Nuraeni, MP, bersama dengan Dr. Ir. A. Sadapotto, MP, dan Dr. Ir. Baharuddin MP, berkolaborasi melalui Program Kemitraan Universitas Hasanuddin untuk melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di Desa Tapporang, Kecamatan Batulappa, Kabupaten Pinrang.

Pemilihan Desa Tapporang sebagai tempat pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada petani lebah hutan tentang peningkatan teknik berburu dan konservasi lebah hutan yang efektif dan berkelanjutan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 09 Mei 2024.

Desa Tapporang merupakan salah satu klaster kantong perburuan lebah hutan di kaki Gunung Tirasa. Teknik perburuan dan panen madu yang dilakukan saat ini mengancam kelestarian lebah hutan karena memanen semua sisiran koloni sarang dan pengasapan yang tidak terkendali. Solusi yang diberikan adalah memberikan pemahaman tentang pentingnya lebah hutan bagi ekosistem dan mempercepat pemulihan koloni dengan menggunakan teknik tikung, yaitu memancing lebah hutan agar membuat sarang di ketinggian yang lebih rendah dan dengan kecepatan pemulihan koloni yang lebih singkat.

Kemitraan ini diharapkan dapat mengubah kebiasaan dan pemahaman tentang pentingnya konservasi sumber daya lebah hutan, sehingga masyarakat pemburu lebah hutan tetap dapat memanfaatkan sumber daya tersebut tanpa mengancam kelestariannya.

Program pengabdian ini mendapat sambutan positif dari masyarakat sasaran, seperti yang disampaikan oleh, Khaerudin Ketua Kelompok Perhutani Desa Tapporang. Dia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan informasi bagi kelompok tani hutan serta dapat meningkatkan perkembangan dalam pemanenan atau perburuan lebah hutan yang dilakukan secara ramah lingkungan.