MTQ XXIII Sulsel : Madrasah Aliyah Muhammadiyah Salaka Ambil Bagian di Tari Kolosal

Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW - Bupati dan Wakil Bupati Takalar - Sulselberita

HUT ke-81 RI Bupati dan Wakil Bupati Takalar

HUT ke-81 RI Ketua DPRD Takalar

SULSELBERITA.COM. Takalar – MTQ ke XXIII Sulsel yang akan dilaksanakan di kab. Takalar dan diikuti oleh 24 Kabupaten di sulsel. Penyelenggaraan MTQ ini akan dibuka dengan penampilan tari kolasan yang digarap oleh komunitas – komunitas lokal. Dan peserta tari kolosan tersebut diikuti oleh siswa – siswa dari Madrasah dibawah naungan kemenag dan juga sekolah umum naungan kementerian pendidikan yang berjumlah 333.

Salah satu Madrasah yang ikut berpartisipasi adalah Madrasah Aliyah Muhammadiyah Salaka. Fauziah Hakim, S. PD., M. Pd, selaku kepala Madrasah Aliyah Muhammadiyah Salaka menyatakan bahwa Madrasah Aliyah Muhammadiyah Salaka terlibat aktif dalam kegiatan ini karena ingin menjadi bagian dari sebuah sejarah besar dalam perhelatan yang diselenggarakan tiap tahunnya.

Bacaan Lainnya

HUT ke-81 RI ody Riyan Saputra - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar

dr. Ruslan Ramli, M. Adm. Kes, HUT Ke-81 RI

Bansuhari Said - Camat Pattallassang Kabupaten Takalar

HUT ke-81 RI Ayatullah Rawatib - Plt. Camat Polongbangkeng Selatan

Firmansyah Habsi - Lurah Pappa Kecamatan Pattallassang - Takalar

dr. irmayani, HUT Ke-81 RI

Himbaun Pasang Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI

“Madrasah Aliyah Muhammadiyah Salaka melibatkan siswa siswinya dalam kegiatan tersebut karena ingin memberikan pengalaman baru bagi peserta didik kami serta sebagai pengembangan bakat dan minat peserta didik”.

Kepala Madrasah Aliyah Muhammadiyah Salaka juga menyempatkan diri untuk melihat proses latihan tari kolasan dan juga bercengkerama dengan siswa – siswinya. Fauziah Hakim menitipkan pesan kepada para siswanya agar bersungguh – sungguh dalam latihan serta menjaga kesehatan karena pembukaan MTQ XXXI Sulsel akan segera dilaksanakan.

Adapun latihan tari kolosal untuk pembukaan MTQ XXIII kali ini sangat unik karena latihannya dimulai saat bulan Ramadhan hingga saat ini. Sehingga butuh tenaga dan pikiran agar para peserta tari dan tim tetap bisa latihan secara konsisten.

Pos terkait