PT VDM Dituding Memfasilitasi Dokumen Terbang, KTT : Tidak Benar, Itu Hanya Bagian dari Kritik yang dibuat Masuk Akal

99

KENDARI – PT. Visi deptindo Mineral (PT.VDM) yang beroperasi di Wilayah Desa kiaea Kec.Palanggga baru baru ini mendapat Sorotan atau tudingan dari Lembaga Pemerhati Masyarakat (LPM) atas dugaan penggunaan dokumen terbang oleh beberapa perusahaan tambang yang beroperasi di Kecamatan Palangga Selatan, Kabupaten Konawe Selatan.

Bahkan dalam keterngan Pers. Lembaga Pemerhati Masyarakat (LPM) Sultra. Bahwa hal tersebut telah resmi diadukan ke Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara, diduga karena adanya aktivitas pertambangan yang menggunakan dokumen terbang. selain itu adanya tudingan soal kuota PT VDM sesuai RKAB tahun 2023 bahwa hanya 600 ribu ton namun demikian, di lokasi tersebut diduga sudah tidak ada potensi.”timpalnya. dilangsir dari sejumlah media online. yang tayang pada Senin (7/8/23).

Advertisement

Menanggapi soal tudingan tersebut, Ir .Ramadhan Selaku Kepala Tehnik Tambang (KTT) PT. VDM. Mengungkapkan Apresiasi setinggi tingginya kepada Lembaga Pemerhati Masyarakat (LPM) bahwa dirinya juga sangat memahami persis Fungsi dari Lembaga Kontrol, Artinya apa yang di sampaikan dari teman teman Lembaga itu bagian dari Warning,  Namun demikian, kami tidak membenarkan dengan adanya tudingan yang di maksud oleh Lembaga Pemerhati Masyarakat (LPM), akan tetapi kami tetap menghargai kritik itu sebab kami anggap ini adalah peringatan dan kami juga tentu akan selalu tetap waspada agar tidak terjerumus ke dalam hal yang di anggap dapat melanggar aturan maupun Hukum yang berlaku.

Intinya, pihak PT. VDM dalam menjalankan Aktivitasnya selalu taat dengan aturan yang ada dan tetap mengikuti Prosedur yang ada,” Jelasnya.

Jadi gini ya” saya pertegas. PT. VDM itu tidak benar menfasilitasi dokumen terbang, begitupun soal kuato RKAB. itu juga sudah sesui dengan Prosedur yang ada.

“Engak ada, kalo visi menjual itu hasil pertambangan di dalam visi dan ore di dalam visi masih banyak yang tersisa masih ada kadar 1.4 dan 1.5,” Jelas Ramadhan.

Jika teman teman masih ragu “Bisa dicek bukaanya dan ore didalam masih banyak sekali, jadi kenapa demikian, dikarenakan harga nikel dulunya rata rata main di kadar 1.8 up tertinggal kadar 1.5 sekarang sudah bisa di jual, NI 1.4 dan 1.3,”Terangnya.

Adapun, Terkait dengan hal ini telah diadukan oleh lembaga Lembaga Pemerhati Masyarakat (LPM). ” saya kira kami saat ini sementara beraktivitas di IUP PT. VDM”. Artinya apa yang dituduhkan teman teman lembaga itu hanya tuduhan belaka saja, tapi gak papa kami tetap mengahrgai itu, sebab kata dia Kritikan dari teman teman Lembaga merupakan bentuk peringatan agar kami berhati hati dalam menjalankan Aktivitas Perusahaan kami. dan sekali lagi saya ucapkan terima kasih banyak karena kiritikan teman teman itu merupakan saran yang dibuat masuk akal.

Boleh di cek di wilayah IUP kami saat ini sementara persiapan pengiriman ore nickel.”Ucapnya.

Oleh karena itu, kembali kami tegaskan bahwa PT VDM, bekerja sesuai dengan prosedur dalam hal ini peraturan perundang undangan yang berlaku,”Pungkasnya

Sementara itu Salah satu Masyarakat Lingkar Tambang AD, mengaku KEBERADAAN tambang PT. Visi Deptindo Mineral (VDM) di Wilayah Kecamatan Palangga, Kabupaten Konawe Selatan ( Konsel ) memberikan manfaat besar, khususnya bagi warga setempat. Karena itu, warga menolak segala bentuk aksi provokasi di lingkar tambang yang mengganggu operasional tambang.

Menurutnya, PT. Visi Deptindo Mineral (VDM) yang beroperasi di wilayah tersebut membuat wilayah tersebut menjadi salah satu Objek harapan Masyarakat Lingkar Tambang dalam Perekonomian. Sumber kekayaan alam yang ada ini membuat Masyarakat Lingkar Tambang bergantung hidup secara ekonomi di wilayah tersebut.

Terutama masyarakat lingkar tambang yang banyak menjadi pekerja atau mendirikan berbagai jenis usaha untuk kebutuhan para pekerja tambang.

Namun kata dia, sering kali sumber kekayaan alam itu memicu pro dan kontra. Hal ini terbukti dengan sering munculnya aksi menolak tambang. Bahkan meminta tambang tersebut ditutup. Namun sebagian lagi masyarakat mendukung operasional tambang. Aksi ini disuarakan mulai dari daerah lingkar tambang hingga di tingkat pusat.

AD mengungkapkan,  warga lingkar tambang sangat mendukung keberadaan tambang di wilayah tersebut. Alasannya, keberadaan PT . VDM di wilayah Palangga telah memberikan dampak ekonomi yang sangat besar, khususnya bagi warga lingkar tambang. Banyaknya pekerja tambang membutuhkan berbagai jenis kebutuhan sehari hari. Misalnya tempat tinggal maupun makanan.

Hal ini tentu menjadi peluang sangat besar bagi masyarakat untuk menyiapkan kebutuhan pekerja tambang. Sehingga pada akhirnya akan bisa menghidupi masyarakat secara ekonomi.” Urainya.

Belum lagi begitu banyak warga yang bekerja sebagai pekerja tambang di PT. VDM. Hal itu tentu menguntungkan masyarakat secara ekonomi. Karena itu, warga menginginkan agar operasional tambang di wilayah tersebut terus berjalan. “Kami mendukung perusahaan tambang. Kita dukung kegiatan VDM Saya dukung. Silahkah jalan,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan tambang masih sangat dibutuhkan masyarakat. Karena manfaatnya sangat besar, terutama berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan ekonomi masyarakat.

“Bagaimana kalau enggak ada kegiatan (pertambangan). Kami mau makan apa,” ucapnya penuh tanya.

AD menambahkan, warga di lingkar tambang sangat terbuka dengan investor yang datang untuk berinvestasi. Bagi masyarakat, siapapun yang datang selagi tidak membawa keresahan dapat diterima.

“Kami dukung semua investasi yang ada selama untuk hal positif. Siapa saja yang datang selama ada niat membangun desa kami, silahkan. Kami berharap anak cucu kami bisa punya pekerjaan di sini, itu saja. Siapa saja investor kami tetap berharap,” katanya.

Sementara salah satu, Tokoh Pemuda Palangga, Ardiansyah Teta mengatakan, polemik tambang di Palangga sering muncul. Berbagai elemen, mulai dari mahasiswa, LSM, hingga wakil rakyat sering menyuarakan permasalahan di perusahaan tambang.

Pemuda yang Aktif mengawasi jalannya Investasi Pertambangan di daerah ini menyebut aksi penolakan tambang tersebut tentu bertentangan dengan keinginan masyarakat. Warga lingkar tambang selama ini mendukung penuh operasional tambang karena memberikan manfaat bagi masyarakat.

Lebih lanjut AT, mengatakan bahwa Aksi menolak tambang tersebut dinilainya sama sekali tidak beralasan. Apalagi dikaitkan dengan manfaat besar yang sudah dirasakan masyarakat selama ini. Karena itu, mendukung tambang adalah sikap terbaik.

Karena itu, AT mengatakan, pihaknya bersama warga berusaha untuk mencegah terjadinya provokasi masyarakat di lingkar tambang. Caranya dengan terus memberikan pemahaman kepada masyarakat di sejumlah desa yang berada di lingkar tambang untuk berhati-hati terhadap provokasi pihak luar yang tujuannya tidak jelas.

Baginya, kalaupun ada kedekatan organisasi dengan pihak tertentu hanya sebatas sebagai sumber informasi. “Kami selalu terbuka kepada siapapun yang mau mendukung kami selama tidak melanggar aturan,” tutupnya

(HNr)