WORKSHOP PENGABDIAN MASYARAKAT 2023: Pelatihan Asesmen Diagnosis Non Kognitif Guru Bimbingan dan Konseling

51

SULSELBERITA.COM. Makassar – Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan Bimbingan dan Konseling di wilayah Majene, Dr. Abdullah Sinring, M. Pd. dan Akhmad Harum, S. Pd., M. Pd. menyelenggarakan pelatihan asesmen diagnosis non kognitif bagi para guru Bimbingan dan Konseling. Pelatihan ini dihadiri oleh 26 peserta guru BK se-Majene dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi dan pemahaman dalam melakukan asesmen yang holistik terhadap siswa.

Pelatihan tersebut diselenggarakan di Majene pada tanggal 8 Juli 2023. Dr. Abdullah Sinring, seorang pakar di bidang bimbingan dan konseling, dan Akhmad Harum, seorang Dosen yang memilik pengalaman dibidangnya menjadi narasumber dalam acara ini. Mereka berbagi pengetahuan dan keterampilan mengenai asesmen diagnosis non kognitif kepada para guru Bimbingan dan Konseling yang hadir.

Advertisement

Dalam pelatihan tersebut, peserta diajarkan tentang pentingnya melihat aspek non kognitif dalam mengenal dan memahami siswa secara holistik. Aspek non kognitif meliputi emosi, sikap, motivasi, dan keterampilan sosial siswa. Dengan memahami aspek-aspek ini, para guru Bimbingan dan Konseling dapat memberikan layanan yang lebih baik dan mendukung perkembangan siswa secara menyeluruh.

Dr. Abdullah Sinring menjelaskan, “Asesmen diagnosis non kognitif sangat penting dalam membantu guru Bimbingan dan Konseling mengenali kebutuhan dan potensi siswa di luar prestasi akademik. Dengan memahami aspek non kognitif, kita dapat memberikan layanan yang lebih terarah dan mendalam untuk mendukung perkembangan pribadi dan sosial siswa.”

Selama pelatihan, peserta diberikan pengetahuan tentang berbagai metode asesmen non kognitif yang efektif, seperti observasi, wawancara, dan penggunaan instrumen khusus. Mereka juga diajarkan cara menganalisis dan menginterpretasi data asesmen untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap mengenai kebutuhan siswa.
Peserta pelatihan, yang terdiri dari guru Bimbingan dan Konseling Majene, sangat antusias dengan materi yang disampaikan. Mereka mengakui bahwa pelatihan ini akan membantu mereka meningkatkan profesionalisme dan efektivitas dalam memberikan pelayanan kepada siswa.
Dengan memahami aspek non kognitif siswa, para guru Bimbingan dan Konseling dapat memberikan layanan yang lebih baik dan mendukung perkembangan pribadi dan sosial siswa secara menyeluruh. Peserta pelatihan, yang merupakan guru Bimbingan dan Konseling Majene, merespon dengan antusias dan mengakui manfaat yang mereka dapatkan dari pelatihan tersebut.