SULSELBERITA.COM. TAKALAR – Menjelang perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah atau tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Takalar melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan merilis data lengkap proyeksi ketersediaan hewan kurban di seluruh wilayah. Berdasarkan laporan resmi yang ditandatangani pada 7 Mei 2026, total stok sapi jantan yang siap dijadikan kurban diperkirakan mencapai 2.078 ekor, yang tersebar merata di 11 kecamatan yang ada di kabupaten ini.
Data pemetaan ketersediaan ini menunjukkan Kecamatan Polut menjadi wilayah dengan jumlah persediaan terbanyak, tercatat ada sekitar 480 ekor sapi. Angka ini menjadikan Polut sebagai penyangga utama kebutuhan hewan kurban di Takalar tahun ini. Posisi kedua ditempati Kecamatan Pattallassang dengan jumlah 392 ekor, dan diikuti Kecamatan Polsel (Polongbangkeng Selatan) sebanyak 381 ekor.
Berikut rincian lengkap persebaran stok hewan kurban per kecamatan:
– Kecamatan Mangarabombang: 337 ekor
– Kecamatan Poltim (Polongbangkeng Timur): 160 ekor
– Kecamatan Mappakasunggu: 83 ekor
– Kecamatan Galesong Selatan: 67 ekor
– Kecamatan Galesong Utara: 65 ekor
– Kecamatan Galesong: 60 ekor
– Kecamatan Sanrobone: 45 ekor
– Kecamatan Tana Keke: 8 ekor (jumlah paling sedikit)
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Takalar menjelaskan, data ini disusun secara rinci sebagai dasar utama pemetaan kesiapan daerah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang hari raya. Angka yang tercatat ini merupakan hasil pendataan dan pencatatan lapangan yang dilakukan secara cermat untuk memastikan ketersediaan terjamin.
“Data ini menjadi panduan kami dalam melihat seberapa besar potensi dan ketersediaan di setiap wilayah. Angka dua ribu lebih ekor ini menunjukkan bahwa persediaan di Takalar sangat aman dan cukup untuk memenuhi permintaan warga,” ungkapnya.
Selain memastikan jumlahnya mencukupi, pemerintah daerah juga menekankan aspek keamanan dan kualitas. Pengawasan ketat terhadap kesehatan dan kelayakan hewan ternak terus dilakukan secara berjenjang. Hal ini bertujuan menjamin setiap sapi yang diperjualbelikan atau disalurkan dalam kondisi sehat, bebas penyakit, serta memenuhi syarat fisik dan syariat untuk dijadikan hewan kurban.
Dengan proyeksi ketersediaan yang mencapai lebih dari 2.000 ekor sapi tersebut, Pemerintah Kabupaten Takalar menyatakan optimistis kebutuhan masyarakat terhadap hewan kurban tahun ini dapat terpenuhi dengan sangat baik, merata, dan menjamin kualitas yang terbaik. Masyarakat pun diimbau untuk tetap memastikan hewan yang dibeli telah diperiksa dan dinyatakan sehat oleh petugas berwenang.



