Tradisi Asuro Maca: Pasca Penyembilihan Kurban Masyarakat Galesong

66

SULSELBERITA.COM. Takalar – Ternyata, Tradisi Asuro Maca tidak hanya di lakukan pada saat menyambut bulan suci Ramadan dan Idul Fitri, tetapi tradisi ini juga dilakukan pada saat Idul Adha, tepatnya paska penyembiliha hewan kurban di lakukan.

Ritual Asuro Maca adalah tradisi yang di lakukan guna meminta orang tertentu, guru (uztad) untuk membacakan doa-doa kesalamatan dan sebagai tanda syukur ke pada sang pencipta.

Advertisement

Biasanya ritual ini di lakukan dengan penyajian dupa-dupa dan berbagai hidangan makanan pokok, misanya songkolo leleng dan kebo (nasi ketang hitam dan putih) yang di bentuk seperti bukit kecil kemudian di beri telur yang suda di rebus dan di letakkan di puncaknya makanan lainya seperti tumpi-tumpi , ayam, acar ,unti tene (pisang raja) dll

Sementara dupa-dupa sendiri sebagai pembersian energi negatif dan ritual pemurnian, seperti yang dilakukan oleh sejumlah warga desa bontokanang kec galesong . Kamis 29/ Juni/2023
Daeng kenang selaku pemilik hajatan mengaku ritual ini di lakukan sebagai tanda rasa syukur yang di curahkan kepada sang pencipta

“sebernya tradisi ini dilakukan karna tradisi ini sudah dilakukan turun menurun dan juga sebagai bentuk tanda suykur ta ke pada Allah SWT “ ujarnya

“Tradisi ini juga sebagai ajang berkumpul dan silahturahmi uantuk mempererat hubungan kekeluargaan,” lanjutnya