APH-II Geruduk Kejati Sultra Dan Polda Sultra, Adukan Dugaan Ilegal Mining PT Babarina Putra Sulung di Kec.Wolo Kolaka

310

KOLAKA – Asosiasi Pegiat Hukum dan Investasi Indonesia (APH-II). melakukan aksi demonstrasi di kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara dan Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara terkait aktivitas ilegal mining di pulau laburoko, kecamatan Wolo kabupaten Kolaka. Jumat (23/06/23).

Ketua Asosiasi Pegiat Hukum dan Investasi Indonesia Gamsir saat di temui media ini menerangkan bahwa Bahwa pada Tahun 2010 pernah menjadi pusat aktivitas pertambangan PT. Duta Indonusa (PT. DI) namun berhenti beroperasi dikarenakan berada pada wilayah pesisir dan pulau pulau kecil. Hingga saat ini di Pulau Laburoko sama sekali belum ada IUP, IPR dan IUPK.

Advertisement

Bahwa setelah peninggalan PT Duta Indonusa, di Pulau Laburoko tersebut dilakukan Reklamasi dan Revegetasi dengan menggunakan PT Babarina Putra Sulung (EX PT. Duta Indonusa). Bahwa PT Babarina Putra Sulung diduga digunakan sebagai modus untuk melancarkan aktivitas Illegal Mining di Pulau Laburoko.

Bahwa pelaku dari aktivitas illegal mining diduga berinisail ( H.T) sebagai Komisaris PT Babarina Putra Sulung bekerjasama dengan (H. J). sebagai pelaksana lapangan dalam melakukan aktivitas penambangan illegal dan diduga melakukan penjualan Ore Nikel yang dihasilkan dari Pulau Laburoko dengan menggunakan Dokumen Perusahan lain yang memiliki kuota RKAB.

Hal ini berdasarkan hasil investigasi Lapangan Asosiasi Pegiat Hukum dan Investasi Indonesia pada hari senin, 19 Juni 2023 di pulau laburoko sedang melakukan aktivitas pengapalan menggunakan tongkang Intan Kelana 24 dan Intan Megah 23.”umbarnya.

Lebih lanjut, Gamsir selaku ketua Asosiasi Pegiat Hukum dan investasi Indonesia menambahkan atas hal di atas maka kami mendesak kepada kapolda sultra atau dalam hal ini DIRKRIMSUS POLDA SULTRA untuk segera melakukan investigasi dan segera memeriksa oknum-oknum yang terlibat dalam aktivitas ilegal mining di pulau laburoko, tutupnya.

Terkait dengan hal diatas awak media ini sedang berusaha mengkonfirmasi pihak pihak terkait, Agar pemberitaan tetap berimbang Media ini tetap memberikan hak jawab bagi pihak terkait bila mana telah terkonfirmasi.(Red)