Pengaman Pantai di Galesong Ambruk, DPD GMPRI akan Lakukan Aksi Unras Minta APH Lakukan Penyelidikan

54
Advertisement

SULSELBERITA.COM. Takalar – Isra’ Musa Baharuddin _DM selaku Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Republik Indonesia (DPD GMPRI) Provinsi Sulawesi Selatan akan melakukan aksi unjuk rasa serta melaporkan resmi mendesak kepada segenap penegak hukum untuk melakukan penyelidikan terkait ambruknya pengaman pantai di galesong, karena pembangunan proyek tersebut diduga kuat tidak sesuai dengan spesifikasi terjadi Mark-Up karena belum setahun terbangun proyek tersebut sudah ambruk.

KRONOLOGI PEMBANGUNAN HINGGA AMBRUKNYA PENGAMAN PANTAI GALESONG

1. Bantuan Pemprov. Sul-Sel terkait Anggaran Pembangunan Proyek Pengaman Pantai Galesong
Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menyerahkan bantuan keuangan senilai Rp 15 Miliar kepada Kabupaten Takalar.

Advertisement

Penyerahan itu diserahkan oleh Andi Sudirman kepada Bupati Takalar, Syamsari Kitta pada Rapat Paripurna DPRD Takalar untuk 62 Tahun Kabupaten Takalar, Kamis 10 Februari 2022.
Tahun 2022 ini, kita beri Rp 15 Miliar untuk pembangunan tanggul penahan abrasi di sepanjang pesisir terdampak abrasi di Takalar,” kata Andi Sudirman.

Baca Juga  Bhabinkamtibmas Kelurahan Pallantikang Salurkan Bantuan Dari Bhayangkari Daerah Sulawesi Selatan

2. Pekerjaan Proyek Pengaman Pantai Galesong
Proyek tersebut dibawah Satuan Kerja Pemerintah Kab. Takalar Dinas Pekerjaan Umum Penataan Perumahan dan Kawasan Permukiman, Perusahaan Pekerja Proyek adalah CV. Gema Karya Persada, Nomor Kontrak 9643/KONTRAK/PPK-SDA/DPUPRPKP/IX/2022. Pekerjaan Proyek dimulai pada 23 September 2022 sampai 31 Desember 2022, dengan anggaran Rp.14.639.999.000, 00. Pejabat Pembuat Komitmen Abdul Wahab, ST.

3. Awal terjadinya Kerusakan Pengaman Pantai
Pengaman pantai yang menyentuh sejumlah desa di Kecamatan Galesong, Takalar mengalami kerusakan. Diduga akibat terhantam ombak baru-baru ini.

Menurut Kepala Desa Boddia, Rusli Daeng Ngopa, kerusakan pada proyek pengaman pantai itu terjadi pada Jumat 23 Desember 2022.

4. Dugaan Kenapa Pengaman Pantai Ambruk

• Kuat dugaan, pondasi bangunan yang kurang kuat yang menyebabkan proyek pengaman tersebut ambruk.

Baca Juga  Babinsa dan Bhabinkamtibmas Serengan Amankan Pencairan BST Tahab 11

• Mungkin pengaruh campurannya yang kurang bagus sehingga proyek ini ambruk dihantam ombak karena diduga bahan materil yang digunakan dari tambang ilegal sehingga ketahanan konstruksi di pertanyakan.

• Bagian teknis Dinas PUPR tersebut selanjutnya memberi penjelasan ketika ditanya dari hasil investigasi langsung dilapangan yang juga disertai bukti dokumentasi foto dan penyampaian hasil pemantauan pelaksanaan pekerjaan. Bahwa pemasangan Buis dipasang asal jadi. Selain itu masih sesuai dengan petunjuk gambar konstrusi yang ditemukan diruangan Direksi Keet petunjuknya berkualitas K 125, namun banyak yang terpasang dalam keadaan pecah bahkan ditemukan hancur lebur walaupun tidak terpakai, serta susunannya acak dipastikan beberapa tidak sesuai dari yang seharusnya terpasang dengan selang-seling

• menyangkut pemasangan batu dan campuran semen diatas Buis sekaligus tempat dugaan berisi timbunan pasir dan batu tanpa semen.

BAGIKAN