2 Oknum Polda Sultra Terlibat Dirty business? Masyarakat Lingkar Tambang PT. VDNI dan PT. OSS, Sebut Itu Hoax

549
Advertisement

KENDARI – Terkait beredarnya pemberitaan dua oknum kepolisian Polda Sultra berinisial KSB dan MST” diduga terlibat dalam Dirty business atau pekerjaan/permainan kotor dalam perusahaan PT.VDNI dan PT. OSS.

di tanggapi oleh Jusfin selaku Masyarakat lingkar tambang PT. VDNI dan PT. OSS. dan juga pelaku usaha lokal lingkar tambang dalam perusahaan. Selasa (20/12/22)

Jusfin dalam keterangan Persnya menyayangkan adanya statement dalam pemberitaan yang diungkapkan salah satu lembaga NGO yang menuding bahwa dua oknum kepolisian polda sultra diduga terlibat dalam bisnis pencucian uang dan praktek penerimaan karyawan dalam pendaftaran calon karyawan di PT. VDNI dan PT. OSS.

Advertisement

Tak hanya itu,tak tanggung tanggung pihak lembaga tersebut menyebut bahwa kedua oknum polisi yang ditugaskan di wilayah perusahaan PT. VDNI dan OSS tersebut menjadi otak dalam permainan premanisme baik dalam internal maupun external perusahaan PT. VDNI dan PT. OSS sehingga menyebabkan adanya keributan di perusahaan smelter tersebut dan mereka telibat membekingnya, sebut dalam release pemberitaan di beberapa media online.

Baca Juga  Kapolsek Tellulimpoe Polres Sinjai Menyalurkan Bantuan Beras Dalam Rangka Hari Bhayangkara Ke-74

Meski demikian, Jusfin dalam keterangannya,mengatakan sebaiknya pihak lembaga yang dimaksud jika tidak mempunyai bukti yang jelas, jangan asal bunyi. sebab apa yang di beritakan dalam pemberitaan itu sangat melukai perasaan kami selaku masyarakat lingkar tambang yang memiliki hubungan baik dan berinteraksi langsung dengan kedua pihak dalam hal ini perusahaan. dengan kedua oknum kepolisian tersebut, yang di tugaskan dalam wilayah perusahaan

Jusfin Masyarakat Lingkar Tambang PT.VDNI dan PT.OSS

Lebih lanjut jusfin menambahkan,apa yang diberitakan bahwa adanya dugaan dua oknum kepolisian inisial KSB dan MST.terlibat dalam Dirty business atau pekerjaan/permainan kotor, sangat tidak benar dan bertentangan dengan faktanya,

” kalau benar mana buktinya, tantangnya, kalau tidak benar hati hati, tegas Jusfin mengingatkan.

Sebab, kami selaku Masyarakat lingkar tambang yang sering berinteraksi langsung dengan kedua oknum polisi yang dimaksud dengan perusahaan tidak pernah melihat dan menemukan adanya tudingan-tudingan miring seperti yang di alamatkan kepada kedua oknum kepolisian tersebut seperti yang di muat dalam pemberitaa media online.

Baca Juga  Pemdes Laikang Mediasi Kisruh Antara Warga dan Pengusaha Tambak

Justeru, kata jusfin, keberdaan kedua oknum polisi yang di tugaskan dalam perusahaan. selama ini,sangat membantu masyarakat lingkar tambang, jadi sangat berbanding terbalik dengan apa yang diberitakan oleh media online, jelas Jusfin.

“Selama ini keberadaan kedua oknum polisi yang di maksud dalam pemberitaan, sangat membantu Masyarakat lingkar tambang dan sepengetahuan saya keberadaan oknum polisi yang di maksud justeru membantu memfasilitasi antara perushaan dengan masyarakat, bila mana masyarakat mengalami sedikit kendala untuk berhubungan langsung ke perusahaan.

Justeru, keberadaan kedua oknum polisi yang dituding dalam pemberitaan
malah menciptakan harmonisasi antara Masyarakat lingkar tambang dengan Perusahaan, Terang Jusfin.

Jadi, tidak benar itu,adanya Dirty business atau pekerjaan/permainan kotor yang melibatkan kedua oknum polisi, inisial KSB dan MST, apa lagi keterlibatan dalam membekingi terjadinya premanisme, begitupun praktek penerimaan karyawan dalam pendaftaran calon karyawan di PT. VDNI dan PT. OSS.

Baca Juga  Begini Komsosnya Babinsa Kelurahan Manahan Dengan Lurah dan Bhabinkamtibmas

Jadi sekali lagi.saya tegaskan, kami menduga apa yang di sampaikan pihak lembaga tersebut dalam pemberitaan media online. kami duga hanyalah isue isue bodong dan bisa jadi hoax.

Sebab jika berbicara terkait Penerimaan karyawan PT. VDNI dan PT.OSS melakukan proses rekrutmen dengan sangat terbuka, yakni melalui online dan dishare melalui media online juga, jelas Jusfin.

Selain itu, Jusfin menambahkan adanya isue yang beredar seperti yang beredar dalam pemberitaan, kami menduga sama halnya pihak lembaga tersebut sengaja membuat kegaduhan untuk memprovokasi Masyarakat dengan Perusahaan dan kedua oknum polisi tersebut. untuk kepentingan mereka di perusahaan. tutupnya.

BAGIKAN