Diduga Kapolsek Tambang Gunakan Mobil Nissaan X-TRAIL Bernomor Polisi Palsu

436

SULSELBERITA.COM. Pekanbaru ,Kampar – Diduga pelat nomor Polisi Mobil Nissaan X-TRAIL WARNA HITAM milik kapolsek tambang IPTU Mardiani Tones.,tersebut tidak memiliki dokumen kendaraan dan Menggunakan pelat BM palsu menurut dari hasil keterangan salah satu sumber dari masyarakat inisial GR, telah menyampaikan kepada wartawan media online Pekanbaru kalau Mobil milik nya tersebut Diduga adalah mobil bodong.

Menurut GR. Kapolsek Tambang sendiri sambil memegang pinggang mengaku kalau Mobil nya tidak memiliki surat dan merasa bangga karena kedekatanya dengan mantan kapolda Riau. Jelas sumber kepada awak media ketika di konfirmasi di sebuah cf jln H.R subrantas Pekanbaru panam. saat di konfirmasi sumber inisial GR pada tgl 31 oktober 2022 sekitar pukul 18:30 wib.

Mobil Nissaan X-TRAIL WARNA HITAM BM 1980 MT tersebut menurut hasil keterangan GR nomor pelat BM mobil kapolsek adalah tanggal lahir Kapolsek tambang IPTU Mardiani Tones saat ini menjabat sebagai kapolsek tambang jelasnya lagi.

Artinya pelat nomor polisi M
mobil yang digunakan oleh oknum kapolsek IPTU Mardani Tones tersebut Diduga tidak sesuai dengan surat kendaraan,mobil Nissaan X-TRAIL WARNA HITAM BM 1980 MT alias bodong menurut informasi.dan kapolsek sendiri menceritakan hal itu kepada anggota nya di polsek kalo mobil nya, tersebut adalah bodong dan tidak memiliki surat tidak hanya itu kapolsek juga pernah mengaku dia dekan sama,mantan kapolda Riau,melainkan hanya tanggal lahir Kapolsek tambang Mardiani Tones yang tertulis di BM mobil nya, Nissaan X-TRAIL WARNA HITAM BM 1980 MT
tersebut.,dan banyak laporan masyarakat sekitar, Kapolsek tidak bisa mengungkapkan kasus baikpun itu kasus kriminal dan pencurian atau bongkar rumah, diduga karena Kapolsek kebanyakan fokus ke uang masuk ke kantong pribadinya dari pada fokus dalam tugas pokok polri sedangkan Ceep polri nomor.2 tahun 2022 suda jelas mengatur tugas pokok dan pungsi polri sesuai yang sudah di terapkan dalam kode ekti polri. IPTU Mardiani Tones tersebut diduga jelas melanggar kode ektik polri.

Setelah di konfirmasi kapolsek tambang IPTU Mardiani Tones tersebut membantah adanya informasi yang diberikan masyarakat tersebut dengan mengatakan bahwa dia tidak ada mendapatkan uang pungli dan ketika di pertayakan terkait dengan mobil kapolsek tambang IPTU Mardiani mengakui mobil Nissaan X-TRAIL WARNA HITAM BM 1980 MT itu adalah milik nya atas nama nya sendiri ketika di konfirmasi melalui via telepon seluler nya pada hari rabu pagi lebih kurang sekitar pukul.10 : 00 wib.

Sedangkan hasil invitigasi di lapangan atau lokasi mafia galian.C yang beralamat di desa Sungai pinang salah satu pengurus galian .C inisial BS, tersebut ketika di percayakan oleh wartawan apakah memang ada memberi jatah bulanan kepada kapolsek tambang IPTU Mardiani jelas salah satu pengurus galian. C itu mengatakan kepada wartawan iya ada pak, terkait dugaan denggan pungli di galian.C ketika di tanya berapa jumlah nya itu saya kurang tau karena bos yang ngasi jelas nya kepada awak media saat mendatangi lokasi galian .C di desa Sungai pinang tersebut.

Sumber dari masyarakat juga mengatakan kalau kapolsek tambang IPTU Mardiani Tones selain itu kami mendapatkan informasi lain Diduga bahwa Kapolsek mendapatkan sejumlah uang dari mafia minyak solar kencing,dari para Oknum polsek tambang yang diduga melakukan penimbunan bbm jenis soal bersubsidi di lansir Menggunakan Mobil kijang, panther warna hitam dan silver milik salah satu oknum anggota polsek tambang sendiri.

Sumber bbm tersebut diduga dari spbu di wilayah polsek tambang terdekat dan dari mobil biru putih yang berlokasi tidak jauh dari polsek., para oknum sering beraktivitas pada pagi hari dan malam hari di dekan pabrik karet sungai pinang pas behadapan dengan pabrik karet tersebut. lokasi yang sering di gunakan para oknum polisi nakal itu yang diduga terlibat dalam mafia bbm tersebut inisial, HN, PB,WS.ketiga oknum tersebut ada bagian tugas menjual minyak solar bersubsidi dengan harga bervariasi ke perusahaan HKI pembangunan proyek jalan TOL Pekanbaru Sumbar dan mencari pembeli nya ke perusahaan industri lain nya.

Tidak hanya itu informasi yang di berikan sumber bahkan oknum buser inisial EP , di polsek tambang tersebut diduga terlibat menjadi mafia narkoba, tugas nya selaku pembekap dari para bandar-bandar narkoba yang ada di sekitar rimbo panjang dan wilayah hukum polsek tambang.

Maka, dengan adanya informasi ini kita meminta dan berharap kepada bapak Kapolri Listyo Sigit Prabowo berseta bapak kapolda Riau Irjen Muhammad Iqbal  bersama jajaran nya khusus seperti , bapak kapolres kampar AKBP Rido Purba dan khususnya nya di bidang Profesi Propam polda Riau baikpun Irwasda Polda Riau bekerjasama dengan Propam mabes polri untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap diduga oknum polisi nakal tersebut untuk mengusut tuntas yang diduga para oknum polisi nakal yang sudah keenakan mendapatkan uang pungli di polsek tambang tersebut.

TIM invitigasi