Merasa Harkat dan Martabatnya Diusik, Kades Laikang Polisikan Demonstran

209
Advertisement

SULSELSELBERITA.COM. Takalar – Terkait Aksi yang di gelar oleh massa Aliansi Masyarakat Laikang Menggugat terhadap kepala Desa Laikang yang di Gelar di depan Kantor camat Mangarabombang kemudian di lanjutkan di Kantor Bupati Takalar Rabu, 7/9/2021, kini berbuntut panjang.

Dimana pada pernyataan sikap dipoin pertama yang bertuliskan ” Kepala Desa diduga Menghamili aparatnya” menjadi perhatian serius kepala Desa dan tak menerima tudingan itu

Tudingan tersebut tentunya sangatlah serius, karena ini menyangkut harkat dan martabat sesorang, dimana persolan yang seperti itu berkaitan dengan Siri’ yang selama ini masih dipegang oleh kebanyakan suku bugis Makassar.

Hal itu di sampaikan ketika di temui oleh beberapa awak media dialun-alun Makkatang Daeng Sibali, menurutnya ini sudah menyerang pribadinya.

Baca Juga  Ternak Sapi Liar Tak Bertuan Kembali Jadi Fokus Sorotan Warga Selayar

” Kami tidak terima bahwa kami menghamili staf Desa karena telah menyerang pribadi, mengusik harkat dan martabat kami, saya bisa buktikan dengan dokter ahli kandungan,” ungkapnya.

Lanjut, Nursalim terkait adanya keresahan warga di desa Laikang sejauh ini menurutnya belum ada warga yang dia terima datang ke kantor desa untuk mengadu bahwa mereka resah atas prilakunya sebagai kepala desa.

” Jadi hal ini kami sudah menempuh jalur hukum dan melaporkan ke polres Takalar karena sudah menyerang pribadi kami dan begitu juga massa yang datang menggelar aksi tidak semuanya masyarakat Laikang jadi kemungkinan ada yang tunggangi,” ujar Nursalim Lingka sambil melemparkan senyum.

Sementara Sudirman Daeng Beta salah satu Tokoh masyarakat Desa Laikang yang juga menyikapi hal ini mengatakan bahwa selama ini tidak ada warga yang di resahkan selama pak Desa menikah dua kali.

Baca Juga  SD se-Kecamatan Manggala Mobilisasi Bantuan untuk Korban Gempa Sulbar

” Saya selaku warga setempat selama pak Desa menikah dua kali belum ada yang merasa resah dan kita juga tidak boleh pungkiri jodohnya pak desa dan begitu juga pelayanan di kantor Desa semakin meningkat,” pungkas Daeng Beta sapaan akrabnya.

Dikatakan kembali Sudirman Daeng Beta bahwa sangat menyayangkan adanya aksi tersebut.

BAGIKAN