Diduga Beredar Bibit Jagung Palsu Merek NK 7328 SUMO Di Desa Baturappe, Petani Menjerit Lantaran Pupuk Subsidi Mahal dan Pertisida

688

SULSELBERITA.COM. Gowa – Masyarakat petani resah,kecewa dan menjerit karena hasil panen mereka tidak seperti biasanya dari tahun panen sebelumnya karena diduga bibit yang mereka beli dari pedagang diduga palsu tidak sesuai merek NK 7328 SUMO,itu diketahui oleh petani saat panen .

Sesuai hasil penelusuran tim anggota Lsm Gempa Indonesia Sabtu 16/7 2022 di desa Baturappe Kecamatan Biringbulu kabupaten Gowa sulawesi selatan ditemukan jagung yang di panen dengan bibit yang ditanam sama mereknya dengan bibit yang ditanam sebelumnya sehingga petani merasa curiga bahwa bibit yang mereka tanam yang dibeli dari pedagang sangat mengecewakan dan diduga palsu.

Menurut masyarakat petani di desa Baturappe kecamatan Biring bulu’ Kabupaten gowa,saat ini menjerit karena merasa bahwa hasil panen mereka tidak sesuai dengan hasil panen yang lalu,bibit yang mereka tanam tidak sesuai dengan merek, bibit yang tumbuh lain dari yang biasanya yang mereka tanam padahal merek bibitnya tetap sama NK 7328 SUMO, yang tumbuh atau hasil panen diduga kuat bukan asli merek bibit NK 7328 SUMO,sehingga petani merasa kecewa,bibit yang dibeli petani dari pedagang sebesar Rp.130.000 ( seratus tiga puluh ribu rupiah) per kilogram.

Belum lagi harga pestisida (racun rumput) yang petani gunakan dalam per jergen yang isi 5 ( lima liter) harga sebesar Rp500.000 ( lima ratus ribu rupiah),dimana lagi harga pupuk yang yang dibeli dari pedagang pupuk subsidi Rp 150.000 ( seratus lima pulu ribu rupiah ) per sak,harga jagung hasil panen sebesar Rp 3500 ( tiga ribu lima ratus rupiah per kilogram) bagaimana masyarakat petani tidak mengalami kerugian karena terlalu tinggi biaya dari pada hasil panennya.

Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia Amiruddin.SH Kr.Tinggi berharap agar Dinas Perdagangan ,dinas Pertanian tanaman pangan dan holtikultura kabupaten Gowa dapat memantau dan menindak tegas pedagang bibit jagung yang diduga palsu ,pedagang Pertisida dan pedagang pupuk subsidi yang menjual diatas harga eceran tertinggi di desa Baturappe agar rakyat petani tidak dirugikan.

Masyarakat petani saat ditemui oleh tim pencari fakta Lsm Gempa Indonesia mengatakan ” Sangat berharap kepada pemerintah agar dapat mengawasi pedagang bibit jagung yang diduga palsu, pedagang Pertisida dan pedagang pupuk subsidi yang dijual 150 ribu per sak karena menurutnya sangat merugikan masyarakat petani .

Harapan petani kepada tim pencari fakta Lsm Gempa Indonesia saat ditemui dikebun salah satu tempat panen jagung dini hari Sabtu 16 Juli 2022 untuk dapat diwakili kepada Lsm Gempa Indonesia untuk menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah kabupaten gowa agar dapat mengantisipasi peredaran yang diduga bibit jagung palsu yang bermerek NK 7328 Sumo dan mengantisipasi harga pupuk subsidi mahal yang tidak sesuai harga eceran tertinggi.