Lsm Gempa Indonesia Telusuri Dugaan Peyimpangan Anggaran Kelurahan 2021 Sebesar Rp.77,7 Miliar di Pemkot Makassar

109

SULSELBERITA.COM. Makassar – Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia angkat bicara terkait Program walikota Makassar pengadaan pembangunan Posko Recover Centre tiap kelurahan dari 153 kelurahan 15 kecamatan sekota Makassar .

Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia menilai bahwa anggaran kelurahan 2021 sebesar Rp.77,7 miliar dialihkan ke pengadaan pembangunan Posko Recover Centre tiap kelurahan tidak efektif mubasir, tidak tepat sasaran karena tiap kelurahan ada posko kesehatan yang dibawahi oleh Puskesmas tiap kecamatan, pengadaan Recover Centre diduga salah satu modus memperkaya diri oleh penentu kebijakan.

Anggaran kelurahan tahun 2021dari 153 Kelurahan dialihkan ke pengadaan pembangunan Recover Centre ( Posko Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 ( covid 19) sangat tidak efektif dan kalau dibandingkan besar anggaran 77,7 miliar pengadaan pembangunan Recover Centre dengan fisik yang ada diduga terjadi mark up.

Baca Juga  Kapolda Sulsel Pimpin Sertijab PJU Polda Sulsel dan Kapolres dengan Protokol Kesehatan

Disampaikan Amiruddin (ketua DPP Lsm Gempa Indonesia )kepada awak media saat ditemui di kantornya dini hari Minggu 05/6/2022 bahwa anggaran kelurahan dari 153 kelurahan dari 15 Kecamatan sekota Makassar tahun anggaran 2021 adalah pengadaan fisik Paving blok dan pembangunan Drainase dialihkan oleh walikota Makassar untuk pengadaan pembangunan Posko Recover Centre menurut Amiruddin tidak efektif, tidak berfungsi, mubasir,Mark up dan diduga banyak penyimpangan.

UntukĀ  itu, menurut ketua DPP Lsm Gempa Indonesia akan melaporkan kasus ini secepatnya ke KPK, ke Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan tutupnya.

Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia Hp.085241416014.

BAGIKAN