Ruang Publik #14 Bicara Upaya Inovasi Keterbukaan Informasi Publik

22

SULSELBERITA.COM. Zoom, Diskusi Ruang Publik, Sabtu, 28 Mei 2022 secara daring dimulai pukul 13.00 sampai 15.00 WITA. Ruang Publik Seri Ke-14 ini mengangkat tema Keterbukaan Informasi Publik Untuk Pemerintah Yang Inovatif. Pembicara yang hadir yaitu Dr. Khaerul Mannan, SH., MH, Ketua Bidang Penyelesaian Sengketa Informasi pada Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Selatan dan Dr. Alem Febri Sonni, S.Sos., M.Si, Dosen Departemen Ilmu Komunikasi pada Universitas Hasanuddin. Diskusi ini merupakan upaya lanjutan dari Deklarasi Aliansi Masyarakat Untuk Keterbukaan Informasi Publik yang dilakukan pada Kamis, 28 April 2022 di Ruang Rapat Pimpinan Gedung A Lantai 2 Kantor Gubernur Sulawesi Selatan oleh salah satu aliansinya yaitu Lembaga Studi Kebijakan Publik (LSKP). Ruang Publik seri ke-14 ini dimoderatori oleh Alfiana yang merupakan peneliti di LSKP.

Baca Juga  Wakapolres Maros Berganti, ini Penggantinya

Diskusi didahului oleh Khaerul Mannan, memaparkan bagaimana pentingnya keterbukaan informasi secara masif. Seluruh badan publik yang terdiri dari elemen negara dan non-negara harus melakukan keterbukaan informasi. Dalam diskusi ini, kita fokus melihat bagaimana pemerintah yang harus terus mengupayakan keterbukaan informasi, tutur Khaerul yang pernah menjabat sebagai Komisioner Pemilihan Umum di Sulsel. Walau masih ada saja yang belum berkomitmen dari pemerintah daerah, untuk melakukan keterbukaan informasi ini. Hal tersebut, menjadi permasalahan yang masih terjadi dalam mendorong keterbukaan informasi sebagaimana tertuang dalam UU Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Narasumber kedua, Sonni, juga memberikan fokus diskusi kepada peserta zoom, agar diskusi keterbukaan informasi publik ini lebih melihat bagaimana meningkatkan pengelolaan dan pelayanan informasi di lingkungan Badan Publik untuk menghasilkan layanan informasi yang berkualitas. Inovasi itu penting dalam keterbukaan informasi publik, karena bagian dari penyesuaian dengan perkembangan teknologi, tutur Dosen di Sospol Unhas ini. Oleh karena itu, menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang tangguh sejak dini untuk memberikan pelayanan publik lebih maksimal.

Baca Juga  BLT Diharapkan Membantu dan Tingkatkan Daya Beli Warga

Mengapa diperlukan inovasi diperlukan dalam keterbukaan informasi publik? Ini bertujuan untuk menyempurnakan ekosistem pelayanan publik yang sudah terbangun, Ujar Sonni. Bahkan majunya inovasi, dapat memberikan efisiensi dan daya saing dalam pelayanan tersebut.

Di akhir diskusi, Sonni memberikan kutipan dari Pemilik Perusahaan Apple, Steve Jobs, bahwa inovasi itu menandakan kita sebagai pemimpin. Jika tidak ada inovasi, maka kita hanya sebatas pengikut. Berbeda dengan Sonni, Khaerul memberi penutup diskusi dengan ajakan mari mendorong secara bersama wujudkan keterbukaan informasi publik sebagai bentuk pelayanan bagi masyarakat untuk mengaksesnya.

BAGIKAN