Syarifuddin Beta bin Massiri DPO Polres Gowa, Diduga Bebas Berkeliaran di Desa Pencong Kec.Biringbulu Kab,Gowa

271
Advertisement

SULSELBERITA.COM. Gowa - Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia angkat bicara lagi bahwa Syarifuddin Dg.Beta adalah residivis pelaku pembunuh H.Rajiwa berkeliaran di Kampung Pencong,Desa Pencong,Kecamatan Biringbulu Kabupaten Gowa menandakan tidak maksimalnya penegakan hukum diwilayah hukum Polres Gowa Polda Sulawesi Selatan.

Kata Amiruddin selaku Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia ke awak media saat ditemui dikantornya hari Jumat Tanggal 8 April 2022 dini hari mengatakan "Kasus Pembunuhan H.Rajiwa yang pelaku utamanya lelaki Syarifuddin Beta Bin Massiri dan beberapa Pelaku masih berkeliaran berdasarkan daftar pencarian orang (DPO) yang di keluarkan oleh penyidik polres Gowa Polda Sulawesi Selatan sejak tahun 2002 harus dilakukan penangkapan demi tegaknya hukum,dimana lagi pelaku Pembunuh H.Rajiwa Syarifuddin Beta Bin Massiri dan Jamsu bin Massiri mempunyai Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia tahun 2000 dengan Putusan nomor: 1099/K/Pid/ 2000 kedua orang tersebut divonis masing masing 1 tahun 6 bulan, dua orang itu belum menjalani hukuman karena jaksa penuntut umum sulit melakukan eksekusi akibat pelaku melakukan perlawanan.

Baca Juga  Menolak Lupa, Momentum Sumpah Pemuda GPMI Minta Pemerintah Segera Tuntaskan Polemik di Indonesia

Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia Amiruddin Kr.Tinggi mendesak polisi polres Gowa Polda Sulawesi Selatan untuk melakukan penangkapan dan mendesak Kejaksaan Negeri Kabupaten Gowa untuk melakukan eksekusi penahanan berdasarkan putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia karena kapan tidak dilaksanakan eksekusi berdasarkan putusan Mahkamah Agung berarti Kejaksaan Negeri Kabupaten Gowa tidak tunduk dan taat pada putusan Mahkamah Agung.

Dijelaskan lagi oleh Amiruddin selaku kontrol sosial bahwa,kalau polisi polres Gowa Polda Sulawesi Selatan tidak dapat menemukan BAP pembunuhan H Rajiwa mengingat karena sudah lama maka kami bisa memberikan copy an nya dan Daftar DPO nya,dan kalau pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Gowa tidak menemukan Putusan Mahkamah Agung tahun 2000 maka kami juga bersedia membawa keputusan Mahkamah Agung tersebut,artinya tidak ada alasan bagi polisi selaku Penegak hukum untuk tidak menangkap pelaku Pembunuhan H.Rajiwa begitu juga Kejaksaan Negeri Kabupaten Gowa harus melaksanakan putusan Mahkamah Agung tersebut karena hukum adalah panglima bukan residivis premanisme yang berkuasa.

Baca Juga  Bersama Babinsa, Binmas Desa Timbuseng Kawal Penyaluran BLT Dana Desa

Dan kami selaku Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia sudah membentuk tim pemantau jangan sampai pelaku pembunuh H.Rajiwa ada yang lindungi penegak hukum,dan kalau Syarifuddin Beta Bin Massiri aktor dan pelaku utama pembunuhan H.Rajiwa ketemu dengan penegak hukum polisi lalu tidak menangkap , maka akan muncul pertanyaan tutupnya.

Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia Hp.085241416014.

BAGIKAN